Selandia Baru Persiapkan Pemakaman Korban Serangan Christchurch

Selasa, 19 Maret 2019 - 10:37 WIB
Selandia Baru Persiapkan...
Selandia Baru Persiapkan Pemakaman Korban Serangan Christchurch
A A A
WELLINGTON - Selandia Baru tengah mempersiapkan pemakaman serangan kembar masjid di Christchurch. Sebanyak 50 orang terbunuh oleh seorang pria bersenjata dalam penembakan massal terburuk di Selandia Baru.

Jenazah korban serangan teroris pada Jumat lalu itu sedang dimandikan dan disiapkan dimakamkan sesuai ajaran Islam, dengan tim relawan diterbangkan dari luar negeri untuk membantu.

“Kami sangat sadar akan kebutuhan untuk bekerja secara sensitif dengan kebutuhan setiap keluarga,” ujar Direktur Kementerian Sipil, Manajemen Pertahanan & Darurat, Sarah Stuart-Black, pada konferensi pers di Christchurch seperti dilansir dari Reuters, Selasa (19/3/2019).

Warga negara Australia, Brenton Tarrant (28), ditetakan menjadi tersangka. Pendukung supremasi kulit putih yang tinggal di Dunedin, di Pulau Selatan Selandia Baru, didakwa melakukan pembunuhan pada hari Sabtu. Tarrant dikembalikan ke penjara tanpa jaminan dan dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 5 April mendatang, di mana polisi mengatakan dia kemungkinan akan menghadapi lebih banyak dakwaan.

Para korban, terbunuh di dua masjid selama sholat Jumat oleh senapan semi-otomatis, sebagian besar adalah migran Muslim. Mereka adalah pengungsi dan penduduk dari negara-negara termasuk Pakistan, Bangladesh, India, Turki, Kuwait, Somalia dan lainnya.

Keluarga para korban berusaha mati-matian untuk datang ke Selandia Baru untuk menghadiri pemakaman. Pihak imigrasi Selandia Baru mengatakan 65 visa telah diberikan untuk anggota keluarga yang bepergian.

Serangan itu juga menyebabkan 50 orang terluka, 30 di antaranya masih di rumah sakit Christchurch, kata pihak berwenang. Sembilan dari mereka dalam kondisi kritis. Satu anak berusia empat tahun dipindahkan ke rumah sakit di Auckland dalam kondisi kritis.

Dalam pidato belasungkawa di parlemen, Perdana Menteri Jacinda Ardern meminta negara itu untuk mendukung komunitas Muslimnya yang berduka, terutama ketika mereka kembali salat pada hari Jumat.

"Kita adalah satu. Mereka adalah kita," kata Ardern, mengakhiri pidatonya dengan kata-kata Assalamualaikum.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
5 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
6 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
7 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
9 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
9 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
10 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved