Pasca Serangan Teroris, PM Selandia Baru Temui Komunitas Muslim

Minggu, 17 Maret 2019 - 11:39 WIB
Pasca Serangan Teroris,...
Pasca Serangan Teroris, PM Selandia Baru Temui Komunitas Muslim
A A A
CRISTCURCH - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dilaporkan telah bertemu dengan perwakilan komunitas Muslim, dua hari setelah terjadi serangan teroris yang menargetkan dua masjid di kota Christcurch.

"Anda cepat menyebutkan ini bukan Selandia Baru yang Anda tahu. Saya ingin menegaskan kembali bahwa hari ini. Ini bukan Selandia Baru," kata Jacinda dalam pertemuan itu, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (17/3).

"Apa yang terjadi di 24 jam dalam 36 jam terakhir menunjukan dukungan kepada Anda semua," sambungnya. Ia juga menegaskan, bahwa tugasnya adalah membuat komunitas Muslim merasa aman di negara itu.

Jacinda juga mengunjungi para korban luka akibat serangan itu. Dalam pertemuannya dengan perwakilan komunitas Muslim dan kunjungannya ke sejumlah rumah sakit, Jacinda diketahui menggunakan jilbab warna hitam.

Sementara itu, sebelumnya jumlah korban tewas dalam serangan terhadap dua masjid di kota Selandia Baru Christchurch naik menjadi 50. Pihak penyelidik menemukan korban lain ketika mereka mengangkat mayat dari tempat kejadian.

"Dengan kesedihan saya menyatakan bahwa jumlah orang yang meninggal dalam peristiwa ini sekarang telah meningkat menjadi 50. Sampai tadi malam kami bisa mengambil semua korban dari kedua insiden tersebut. Dengan melakukan itu kami dapat menemukan korban lebih lanjut," kata Komisaris Polisi Selandia Baru, Mike Bush.

Tubuh korban ke-50 ditemukan di masjid al-Noor, di mana lebih dari 40 orang tewas pada hari Jumat, setelah seorang pria bersenjata memasuki dan menembak secara acak orang-orang dengan senapan semi-otomatis dengan magazine berkapasitas tinggi, sebelum melakukan perjalanan ke masjid kedua.

Bush juga mengungkapkan bawah 50 orang terluka akibat serangan itu. Tiga puluh enam sedang dirawat di Rumah Sakit Christchurch, dengan dua yang tersisa dalam perawatan intensif, dan satu anak di rumah sakit anak-anak.

Bush menyatakan, jenazah para korban belum dilepaskan ke pihak keluarga, karena penyelidikan sedang berlangsung, tetapi polisi bekerja secepat mungkin untuk melakukan itu.
(esn)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
54 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
4 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
5 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
7 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
7 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved