AS-Taliban Sepakat Soal Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Rabu, 13 Maret 2019 - 05:51 WIB
AS-Taliban Sepakat Soal...
AS-Taliban Sepakat Soal Penarikan Pasukan dari Afghanistan
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat dan Taliban kini memiliki rancangan perjanjian tentang dua masalah pelik yang menandakan kemajuan konkrit menuju kesepakatan perdamaian untuk mengakhiri perang 17 tahun di Afghanistan. Hal itu diungkapkan oleh utusan Presiden AS Zalmay Khalilzad.

Rancangan perjanjian itu berisi tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan dan komitmen dari Taliban untuk memutus semua ikatan dengan al-Qaeda atau kelompok teroris lainnya.

"Perdamaian membutuhkan kesepakatan tentang empat masalah: jaminan kontra-terorisme, penarikan pasukan, dialog intra-Afghanistan, dan gencatan senjata yang komprehensif," urai Khalilzad dalam serangkaian tweet seperti dikutip dari NBC News, Rabu (13/3/2019).

"Dalam pembicaraan Januari, kami 'secara prinsik sepakat' pada empat elemen ini. Kami sekarang menyetujui dalam rancangan pada dua elemen pertama," tulis diplomat AS itu, merujuk pada janji-janji dari Taliban untuk memutuskan hubungan dengan teroris dan AS menarik pasukannya.

Dikatakan oleh Khalilzad ketika rancangan perjanjian tentang kedua masalah ini diselesaikan, Taliban dan pemerintah Afghanistan - serta perwakilan Afghanistan lainnya - akan memulai negosiasi intra-Afghanistan mengenai penyelesaian politik dan gencatan senjata yang komprehensif.

Khalilzad mengatakan pembicaraan telah menghasilkan kemajuan nyata.

"Baru saja menyelesaikan putaran maraton perundingan dengan Taliban di #Doha. Kondisi untuk #perdamaian telah meningkat. Jelas semua pihak ingin mengakhiri perang. Meskipun pasang surut, kami menjaga segala sesuatunya di jalur dan membuat langkah nyata," tulisnya.

Ia mengatakan langkah selanjutnya adalah diskusi di Washington dan konsultasi dengan mitra lain, dan menambahkan: "Kami akan segera bertemu lagi, dan tidak ada kesepakatan akhir sampai semuanya disepakati."

Pembicaraan antara gerilyawan Taliban dan diplomat AS telah berlangsung lebih lama daripada upaya Amerika sebelumnya untuk bernegosiasi dengan para militan sejak pasukan Amerika memasuki Afghanistan pada tahun 2001. Tetapi tidak jelas apakah pemerintah Afghanistan dan para pemimpin politik Afghanistan lainnya akan siap untuk merangkul kesepakatan tentatif yang dikerjakan oleh Khalilzad.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah menyatakan keprihatinannya bahwa pemerintah Kabul tidak diajak dalam perundingan kecuali Taliban setuju untuk bertatap muka dengan pemerintahnya.

Dalam pernyataannya sendiri, Taliban mengatakan kemajuan telah dicapai pada kedua masalah yang dikutip oleh Khalilzad. Kelompok militan itu mengatakan tidak ada kesepakatan mengenai gencatan senjata atau pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan.

"Untuk saat ini, kedua pihak akan membahas kemajuan yang dicapai, membagikannya dengan kepemimpinan masing-masing dan mempersiapkan pertemuan mendatang, tanggal yang akan ditentukan oleh kedua tim negosiasi," bunyi pernyataan Taliban.

Taliban telah lama menolak pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan, yang dianggapnya sebagai boneka Washington. Sampai Presiden Donald Trump menunjuk Khalilzad sebagai utusan, AS enggan terjun ke pembicaraan panjang dengan kelompok pemberontak itu.

Trump tidak merahasiakan keinginannya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, dan ketidaksabarannya telah membuat para diplomat AS mendorong untuk mengakhiri negosiasi perang.

Upaya diplomatik terakhir untuk mengakhiri perang berakhir dengan kegagalan pada tahun 2013, di tengah tajamnya perbedaan antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan para pejabat AS saat itu.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
13 menit yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
1 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
1 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
2 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
2 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved