Jepang Atasi 1 Juta Ton Air Terkontaminasi

Selasa, 12 Maret 2019 - 08:23 WIB
Jepang Atasi 1 Juta...
Jepang Atasi 1 Juta Ton Air Terkontaminasi
A A A
OKUMA - Delapan tahun setelah krisis nuklir Fukushima, tantangan baru mengancam upaya pembersihan massal, yakni 1 juta ton air terkontaminasi yang harus disimpan.

Air sebanyak itu harus disimpan selama bertahun-tahun di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) itu. Tahun lalu, Tokyo Electric Power Co menyatakan sistem untuk membersihkan air terkontaminasi itu gagal membuang kontaminan radioaktif berbahaya. Itu artinya, air yang disimpan dalam 1.000 tangki di sekitar PLTN itu perlu diproses ulang sebelum dibuang ke laut. Skenario itu tampaknya paling mungkin dilakukan untuk membersihkan PLTN tersebut.

Pemrosesan ulang air itu membutuhkan waktu hampir dua tahun dan membutuhkan banyak personil serta energi. Adapun proyek untuk melucuti sejumlah reaktor yang rusak akibat tsunami itu membutuhkan waktu hingga 40 tahun.

Belum jelas bagaimana semua proses itu bisa tertunda. Namun, setiap penundaan akan membutuhkan biaya mahal, seperti perkiraan pemerintah pada 2016 bahwa total biaya untuk melucuti PLTN, dekontaminasi wilayah terdampak, dan kompensasi untuk semua korban berjumlah hingga USD192,5 miliar, sekitar 20% dari anggaran tahunan Jepang.

Tepco telah kehabisan tempat untuk menyimpan air yang telah dibersihkan. Jika ada gempa bumi besar lagi, para pakar memperkirakan tangki-tangki penampungan itu dapat retak sehingga cairan tercemar dan limbah radioaktif bisa mengalir ke laut.

Para nelayan juga kesulitan mendapat kepercayaan dari para konsumen terhadap keamanan ikan yang mereka tangkap. Karena itu, para nelayan menentang pembuangan air hasil pemrosesan ulang tersebut meski Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) menganggap air itu aman.

“Itu akan merusak apa yang telah kita bangun selama delapan tahun terakhir,” tutur Tetsu Nozaki, Kepala Federasi Asosiasi Kerja Sama Nelayan Wilayah Fukushima.

Tangkapan ikan tahun lalu hanya 15% dari masa prakrisis, karena konsumen enggan memakan ikan yang ditangkap di Perairan Fukushima.

Saat mengunjungi fasilitas PLTN Fukushima Dai-ichi bulan lalu, beberapa crane besar tampak di atas empat bangunan reaktor yang terlihat besar di pinggir pantai. Para pekerja tampak di atas gedung nomor 3 untuk mengangkut batang bahan bakar dari kolam penyimpanan, proses yang bisa dimulai lagi bulan depan.

Di sebagian besar wilayah sekitar PLTN, para pekerja tidak lagi menggunakan masker wajah dan baju pelindung seluruh tubuh untuk melindungi dari radiasi. Hanya gedung-gedung reaktor dan wilayah terbatas yang memerlukan peralatan khusus. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
19 menit yang lalu
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
1 jam yang lalu
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
1 jam yang lalu
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
3 jam yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved