Duterte Mengumpat Lagi, Sebut Semua Imam Gereja Bodoh

Senin, 11 Maret 2019 - 15:31 WIB
Duterte Mengumpat Lagi,...
Duterte Mengumpat Lagi, Sebut Semua Imam Gereja Bodoh
A A A
MANILA - Presiden Rodrigo Duterte melontarkan umpatan lagi terhadap komunitas Gereja Katolik Filipina. Kali ini, dia semua imam gereja bodoh karena memasuki panggilan yang tidak memungkinkan mereka untuk menikah.

Duterte, yang telah meremehkan komunitas gereja setelah perangnya terhadap narkoba dikritik, mempertanyakan mengapa para pria memilih untuk menjadi imam gereja bahkan jika itu berarti mereka tidak bisa mengencani wanita.

"Apakah ada seorang imam yang cerdas? Mereka semua bodoh. Jika mereka tidak bodoh, mereka tidak akan memasuki imamat," kata Duterte selama sebuah acara pembagian sertifikat kepemilikan tanah di Negros Occidental, akhir pekan lalu.

"Anda seorang pria, tetapi Anda memilih untuk menjadi seorang pendeta. Anda terus memandangi semua wanita cantik yang tidak bisa Anda kencani. Ya Tuhan," ujarnya, sembari berseloroh bahwa Tuhan menciptakan organ kemaluan pria dan wanita karena ada tujuannya.

Duterte sudah beberapa kali melontarkan umpatan terhadap komunitas Gereja Katolik, di mana lebih dari 80 persen warga Filipina memeluk agama tersebut. Dalam pidato-pidato sebelumnya, Duterte mengatakan setidaknya 80 persen pastor Katolik adalah gay, tetapi dia memberikan rincian atau dasar atas klaimnya.

Presiden juga telah pernah mengkritik keras komunitas Gereja Katolik karena skandal pelecehan seks yang melibatkan beberapa imama dan karena menggunakan mimbar untuk mengkritiknya.

Duterte, yang telah menggunakan podium presiden untuk mempertanyakan doktrin-doktrin Katolik, mengatakan para imam harus menahan diri untuk mengkritik pemerintahannya melalui khotbah mereka karena ada pemisahan antara gereja dan negara.

"Para pendeta seharusnya tidak melangkahi batas-batas mereka. Anda tahu bahwa mereka memulainya terlebih dahulu. Katakan kepada mereka bahwa ada pemisahan antara gereja dan negara. Anak-anak son of bitch menyerang saya di mimbar menggunakan agama," kata sang presiden, dikutip Philstar, Senin (11/3/2019).

"Jika Anda seorang pendeta dan ingin menyerang saya, jangan lakukan itu di mimbar karena itu adalah juru bicara, meja gereja. Minggirlah dari sana. 'Saya seorang pendeta dan saya tidak suka Duterte karena dia membunuh penjahat terutama pecandu narkoba. Sebagai orang Filipina, saya memprotesnya'," kata Duterte mencontohkan cara mengkritik bagi para imam gereja.

Prinsip pemisahan gereja dan negara diabadikan dalam Konstitusi 1987. Konstitusi itu melarang negara membangun agama nasional dan mengganggu kebebasan warga negara dalam menjalankan kepercayaan agama mereka.
(mas)
Berita Terkait
Mundur dari Dunia Politik,...
Mundur dari Dunia Politik, Duterte Calonkan Putrinya Jadi Capres
Larang Putrinya Nyapres,...
Larang Putrinya Nyapres, Duterte: Ini Bukan untuk Perempuan
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
PBB: Puluhan Ribu Tewas...
PBB: Puluhan Ribu Tewas dalam Perang Narkoba di Filipina
Sara Duterte Resmi Dilantik...
Sara Duterte Resmi Dilantik sebagai Wakil Presiden Filipina yang Baru
Putra Mendiang Diktator...
Putra Mendiang Diktator Marcos Maju dalam Pilpres Filipina
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
22 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
3 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved