Ini Alasan Sejumlah Stasiun Radio Boikot Lagu Michael Jackson

Jum'at, 08 Maret 2019 - 06:41 WIB
Ini Alasan Sejumlah...
Ini Alasan Sejumlah Stasiun Radio Boikot Lagu Michael Jackson
A A A
LONDON - Sejumlah stasiun radio di berbagai penjuru dunia memboikot lagu-lagu Michael Jackson setelah muncul berbagai tuduhan pelecehan seksual yang dilakukannya. Sebelum pemboikotan itu terjadi, Amerika Serikat (AS) menyiarkan film dokumenter Leaving Neverland yang berisi berbagai pengakuan korban pelecehan seksual oleh Jackson.

Menurut CNN, sejumlah stasiun radio besar di Selandia Baru telah berhenti memutar lagu-lagu Jackson, termasuk lembaga pernyiaran komersial MediaWorks. “Michael Jackson saat ini tidak ada dalam daftar putar di stasiun radio MediaWorks mana pun. Ini mencerminkan pendengar kami dan sikap mereka. Tugas kami untuk memastikan stasiun radio kami memutar musik yang ingin didengar orang,” papar pernyataan Direktur Konten MediaWorks Group Leon Wratt.

Wratt menjelaskan, “Kami tidak memutuskan apakah Michael Jackson bersalah terkait paedofilia, kami hanya memastikan stasiun radio kami memainkan musik yang ingin didengar orang.” Menurut Wratt, daftar putar lagu akan disesuaikan untuk The Breeze, More FM, dan jaringan MediaWorks lainnya. “Anda memiliki 500 lagu di daftar putar dan Anda harus membuat keputusan apakah 500 lagu itu yang ingin didengar orang juga,” tutur Wratt pada stasiun radio Magic Talk.

Pesaing MediaWorks, NZME, menyatakan kepada New Zealand Herald bahwa mereka juga mengambil tindakan serupa. “Stasiun radio NZME mengubah daftar putar dari pekan ke pekan dan sekarang Michael Jackson tidak muncul di sana,” ungkap pernyataan NZME.
Adapun CBC melaporkan bahwa tiga stasiun radio terbesar di Kanada juga telah berhenti memutar lagu-lagu sang bintang pop tersebut.

Selama akhir pekan lalu, BBC Radio 2 menyatakan bahwa pihaknya tidak menarik lagu-lagu Jackson dari daftar putar stasiun radio itu. “Ini laporan tidak benar oleh The Times terkait kasus itu,” papar pernyataan juru bicara BBC. BBC menyatakan pihaknya tidak memutar lagu Jackson karena lebih memprioritaskan lagu-lagu baru.

BBC juga menegaskan bahwa mereka tidak benar-benar melarang semua musisi untuk disiarkan lagunya. “Kami mempertimbangkan setiap musik pada keputusan tentang apa yang kami mainkan di jaringan berbeda yang selalu dibuat oleh pendengar terkait dan konteks yang ada dalam pikiran,” tutur pernyataan BBC.

Sutradara film Leaving Neverland, Dan Reed, fokus pada kesaksian Wade Robson, 36, dan James Safechuck, 41, yang masing-masing mengklaim bahwa Jackson melakukan pelecehan seksual kepada mereka saat mereka masih anak-anak. Keduanya mengajukan gugatan sipil terhadap properti Jackson karena mereka dikeluarkan dari tempat tersebut oleh hakim pada 2017 setelah keputusan bahwa properti itu tak dapat dikuasai terkait perilaku sang penyanyi tersebut.

Unjuk rasa juga terjadi di luar gedung Channel 4 yang menolak langkah lembaga penyiaran Inggris menyiarkan film dokumenter tersebut pada 7 Maret di Channel 4. Para demonstran menentang film itu setelah Channel 4 menyatakan tak ada perubahan pada komitmen mereka menyiarkan film dokumenter itu meski mendapat penolakan dari keluarga dan para penggemar Jackson.

Keluarga Jackson menyangkal berbagai tuduhan yang ada dalam film Leaving Neverland. Di sejumlah tempat, Corey Feldman membela Jackson setelah mereka tinggal bersama saat kecil. Adapun Rose McGowan menjelaskan KEpada para penggemar Jackson, “Saya minta maaf pahlawan Anda adalah pria jahat.”

Sementara itu Nova Entertainment Group turut melarang pemutaran lagu-lagu Jackson. Kelompok media itu memiliki penggemar setia lebih dari 8,4 juta warga Australia setiap pekan melalui sejumlah brand seperti smoothfm. Direktur Program Nova Entertainment Group Paul Jackson menyatakan, keputusan itu untuk memenuhi keinginan pendengar mereka saat ini.

“Keputusan yang kami buat tentang musik yang kami mainkan di stasiun kami mana pun tergantung kepada audiens dan konteks sekarang,” ujar dia kepada Daily Mail Australia. “Menyoroti apa yang terjadi sekarang, smoothfm kini tidak memutar lagu-lagu Michael Jackson mana pun,” kata Paul Jackson.

Smoothfm biasa memutar lagu-lagu paling hits selama beberapa tahun terakhir. Larangan itu tidak berlaku untuk brand lain milik grup itu seperti nova yang secara khusus memutar musik baru top-40.
(don)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
51 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved