Kerahkan 103 Kapal, Turki Latihan Perang Terbesar dalam Sejarah

Kamis, 28 Februari 2019 - 14:59 WIB
Kerahkan 103 Kapal,...
Kerahkan 103 Kapal, Turki Latihan Perang Terbesar dalam Sejarah
A A A
ANKARA - Turki menggelar latihan perang Angkatan Laut terbesar dalam sejarahnya. Sebanyak 103 kapal, termasuk kapal perang dan kapal selam, dikerahkan di tiga laut.

Pasukan Angkatan Udara dan Angkatan Darat juga ambil bagian dalam latihan perang empat hari yang diberi nama Mavi Vatan 2019. Manuver akbar ini dimulai sejak Rabu (27/2/2019) di Laut Hitam, Laut Aegea, dan Mediterania timur secara bersamaan.

Sejumlah drone dan pesawat jet tempur buatan Turki ikut dilibatkan dalam latihan perang Mavi Vatan 2019. Latihan ini direncanakan enam bulan lalu, sesuai dengan peraturan NATO.

Mengutip Hurriyet Daily News, Kamis (28/2/2019), 103 kapal yang terlibat latihan perang di tiga laut antara lain 13 kapal fregat, 6 kapal korvet, 16 kapal serbu, 7 kapal selam, 7 kapal pemburu ranjau, 14 kapal patroli, serta kapal-kapal Angkatan Laut lainnya.

Manuver Mavi Vatan 2019 dikoordinasikan oleh Komando Pusat Perang Angkatan Laut dan akan berlangsung hingga 2 Maret 2019.

"Tidak ada yang bisa dilakukan di Mediterania tanpa Turki," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu saat mengumumkan latihan perang tersebut pekan lalu. "Kami tidak akan membiarkan itu," ujarnya, yang menambahkan bahwa Turki akan mulai mengebor minyak dan gas di dekat Siprus dengan dua kapal eksplorasi baru.

Ladang gas besar baru-baru ini ditemukan di daerah yang disengketakan di Mediterania timur, di lepas pantai Siprus utara yang diduduki Turki.

Langkah ini diperkirakan akan mengobarkan ketegangan regional dengan Yunani. Selain perselisihan yang sedang berlangsung di Siprus, Athena dan Ankara juga turut campur tangan atas kepemilikan sekelompok pulau di Laut Aegea.

Turki sebelumnya membuat kesal NATO dengan mengumumkan pada hari Selasa bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia, meskipun AS berupaya membujuk Ankara agar membeli sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika sebagai gantinya.

Keputusan Ankara ini bisa memicu Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi berdasarkan undang-undang bernama Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). UU yang dirancang untuk mengganggu penjualan persenjataan Rusia itu telah menghantam China setelah Beijing membeli sistem rudal S-400 dan sejumlah jet tempur Su-35.
(mas)
Berita Terkait
Militer Taiwan Siaga...
Militer Taiwan Siaga Tinggi karena Dikepung Kapal dan Jet-jet Tempur China
Dua Kapal Militer Ukraina...
Dua Kapal Militer Ukraina Hancur Diserang Jet Tempur Rusia
Kapal Perang AS Dekati...
Kapal Perang AS Dekati Taiwan, Militer China Manuver dengan 10 Pesawat
Rusia Menembak Jatuh...
Rusia Menembak Jatuh 2 Jet Tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina di Kherson
32 Pesawat Militer China,...
32 Pesawat Militer China, Termasuk 4 Bomber Nuklir, Terobos ADIZ Taiwan
Didekati 7 Pesawat dan...
Didekati 7 Pesawat dan 5 Kapal Militer China, Taiwan Kerahkan Rudal
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
16 menit yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
1 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
2 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
3 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
3 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved