Jelang Kedatangan Jong-un, Stasiun di Perbatasan Vietnam-China Distelirisasi
Selasa, 26 Februari 2019 - 02:45 WIB
Jelang Kedatangan Jong-un, Stasiun di Perbatasan Vietnam-China Distelirisasi
A
A
A
DONG DANG - Perjalanan 60 jam pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dari Korut ke Vietnam dengan menggunakan kereta api diperkirakan akan berakhir pada Selasa (26/2) pagi waktu setempat. Kereta yang ditumpangi Jong-un akan mengakhiri perjalanan panjang di Stasiun Dong Dang. Stasiun ini terletak di perbatasan China-Vietnam.
Jelang kedatangan pemimpin muda itu, penjagaan ketat terlihat di Stasiun Dong Dang sejak Senin (25/2) pagi. Selain menempatkan penjaga bersenjata lengkap, demi keamanan, Stasiun Dong Dang juga ditutup untuk umum. "(Stasiun) ditutup, tidak ada akses publik. Kami tidak tahu sampai kapan akan ditutup, tetapi mungking hingga besok," kata seorang penjaga yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Perjalanan kereta antipeluru yang dijuluki "Kim Jong-un Express" itu memang cukup menyita perhatian dunia. Sebab, bukan hal yang lazim seorang pemimpin negara menempuh perjalanan berhari-hari dengan menggunakan kereta api. Kereta mewah itu dilaporkan membawa pasukan kecil pengawal dan mobil mewah antipeluru yang dapat mengantar Kim Jong-un ke tempat yang aman jika ia diserang.
Setibanya di Stasiun Dong Dang, rombongan Jong-un akan melanjutkan perjalanan menuju Hanoi yang berjarak 170 km. Saat rombongan melintas, jalanan akan sepenuhnya ditutup untuk umum sejak Selasa (26/2) pagi hingga siang hari. Ini adalah perjalanan darat pertama seorang pemimpin Korut di daratan Vietnam.
Beberapa sumber menyatakan, Jong-un akan menginap di Hotel Melia, sebuah hotel modern di pusat kota Hanoi. Lokasi hotel ini berada sekitar satu kilometer dari Wisma Pemerintah era kolonial, tempat pertemuan puncak KTT Vietnam berlangsung.
Kamar di hotel itu dikabarkan telah penuh dipesan hingga awal Maret. Personel keamanan Korut dilaporkan sudah terlihat memasuki hotel tersebut sejak akhir pekan lalu. Di Vietnam, Jong-un dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Bila pertemuan ini benar terwujud, maka akan menjadi pertemuan kedua Jong-un dan Trump, setelah sebelumnya mereka bertemu di Singapura, tahun lalu.
Jelang kedatangan pemimpin muda itu, penjagaan ketat terlihat di Stasiun Dong Dang sejak Senin (25/2) pagi. Selain menempatkan penjaga bersenjata lengkap, demi keamanan, Stasiun Dong Dang juga ditutup untuk umum. "(Stasiun) ditutup, tidak ada akses publik. Kami tidak tahu sampai kapan akan ditutup, tetapi mungking hingga besok," kata seorang penjaga yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Perjalanan kereta antipeluru yang dijuluki "Kim Jong-un Express" itu memang cukup menyita perhatian dunia. Sebab, bukan hal yang lazim seorang pemimpin negara menempuh perjalanan berhari-hari dengan menggunakan kereta api. Kereta mewah itu dilaporkan membawa pasukan kecil pengawal dan mobil mewah antipeluru yang dapat mengantar Kim Jong-un ke tempat yang aman jika ia diserang.
Setibanya di Stasiun Dong Dang, rombongan Jong-un akan melanjutkan perjalanan menuju Hanoi yang berjarak 170 km. Saat rombongan melintas, jalanan akan sepenuhnya ditutup untuk umum sejak Selasa (26/2) pagi hingga siang hari. Ini adalah perjalanan darat pertama seorang pemimpin Korut di daratan Vietnam.
Beberapa sumber menyatakan, Jong-un akan menginap di Hotel Melia, sebuah hotel modern di pusat kota Hanoi. Lokasi hotel ini berada sekitar satu kilometer dari Wisma Pemerintah era kolonial, tempat pertemuan puncak KTT Vietnam berlangsung.
Kamar di hotel itu dikabarkan telah penuh dipesan hingga awal Maret. Personel keamanan Korut dilaporkan sudah terlihat memasuki hotel tersebut sejak akhir pekan lalu. Di Vietnam, Jong-un dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Bila pertemuan ini benar terwujud, maka akan menjadi pertemuan kedua Jong-un dan Trump, setelah sebelumnya mereka bertemu di Singapura, tahun lalu.
(esn)