Akibat Serangan Kashmir, India Tutup Aliran Sungai ke Pakistan

Senin, 25 Februari 2019 - 00:46 WIB
Akibat Serangan Kashmir,...
Akibat Serangan Kashmir, India Tutup Aliran Sungai ke Pakistan
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India dilaporkan akan membangun bendungan untuk memblokir pasokan air segar dari sungai India ke Pakistan. Ini adalah "hukuman" lanjutan yang diambil India terhadap Pakistan, setelah serangan teror mematikan baru-baru ini di negara bagian Jammu dan Kashmir.

Menteri Transportasi, Pengapalan dan Sumber Daya Air India, Nitin Gadkari melalui akun Twitternya menyatakan, Perdana Menteri India, Narendra Modir telah setuju mengenai pembangunan bendungan tersebut.

"Di bawah kepemimpinan Narendra Modi, pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan pembagian air kami yang dulu mengalir ke Pakistan. Kami akan mengalihkan air dari sungai-sungai Timur dan memasoknya ke orang-orang kami di Jammu dan Kashmir dan Punjab," kata Gadkari, seperti dilansir Sputnik pada Senin (25/2).

Dia kemudian mengatakan bahwa pembangunan salah satu bendungan di sungai Ravi, Shahpur-Kandi, sudah dimulai. "Semua proyek yang disetujui pemerintah dalam rencana ini memiliki status proyek nasional," sambungnya.

Hubungan antara New Delhi dan Islamabad memburuk serangan bom bunuh diri di jalan raya Jammu-Srinagar yang menewaskan 45 petugas paramiliter India. India menyalahkah Maulana Masood Azhar, pemimpin Jaish-e-Mohammed yang tinggal di Pakistan, sebagai orang yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Kelompok itu, yang biasa melakukan serangan di negara bagian Jammu dan Kashmir, berafiliasi dengan gerakan Taliban dan organisasi teroris al-Qaeda dan bertujuan untuk memisahkan Kashmir dari India dan untuk menggabungkannya dengan Pakistan.

Setelah serangan itu, India menyalahkan Pakistan karena menyembunyikan dan melindungi teroris, menuduh negara itu memiliki "tangan langsung" dalam insiden itu. Sebagai tindakan hukuman, India telah menarik status negara paling disukai Pakistan (MFN) dan menaikkan bea cukai atas barang-barang yang diimpor dari Pakistan hingga 200 persen.

Pakistan, pada gilirannya, menolak tuduhan keterlibatannya dalam serangan itu dan mengatakan bahwa ini adalah strategi New Delhi untuk mengalihkan perhatian internasional dari pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah Kashmir.
(esn)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
4 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
5 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
6 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
6 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
7 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved