Pengadilan Rusia Perpanjang Masa Tahan Tersangka Mata-mata AS

Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:09 WIB
Pengadilan Rusia Perpanjang...
Pengadilan Rusia Perpanjang Masa Tahan Tersangka Mata-mata AS
A A A
MOSKOW - Sebuah pengadilan di Moskow, Rusia , memperpanjang penahanan tersangka mata-mata dan mantan anggota Marinir Amerika Serikat (AS) Paul Whelan selama tiga bulan. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang pengacaranya.

Vladimir Zherebenkov mengatakan pengadilan memerintahkan Whelan ditahan hingga 28 Mei, ketika dia akan muncul di pengadilan lagi. Perpanjangan masa tahanan itu diminta oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) seperti dilansir dari CBS News, Sabtu (23/2/2019).

Whelan, yang memiliki kewarganegaraan AS, Inggris, Kanada, dan Irlandia, menyangkal tuduhan terhadapnya.

BBC melaporkan Whelan dibawa ke pengadilan pada hari Jumat dengan diborgol dan terlihat sedih. Ketika ditanya bagaimana keadaannya, "Dia berhenti dan tersenyum lemah tetapi tidak berkomentar," tulis BBC.

Whelan ditahan di Moskow pada akhir Desember lalu ketika menghadiri pernikahan, kata keluarganya. Pada 22 Januari, pengadilan Rusia menolak permintaan pembebasan dengan jaminan. Sebaliknya, penahanannya malah diperpanjang hingga 28 Februari sambil menunggu pengadilan atas tuduhan spionase, menurut kantor berita Interfax yang dikelola pemerintah Rusia.

Sumber-sumber intelijen dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada CBS News bahwa mereka yakin Whelan bukan mata-mata.

Keluarga Whelan, yang juga menyangkal tuduhan terhadapnya, mengatakan Zherebenkov dipilih untuk menjadi pengacaranya.

Zherebenkov mengatakan Whelan ditemukan di hotelnya pada saat penangkapannya dengan sebuah flash disk yang berisi "rahasia negara" Rusia. Namun, dia tidak menjelaskan bagaimana Whelan memiliki informasi itu di dalam flash disknya dan mengatakan kliennya tidak sadar bahwa pemerintah Rusia menganggap materi itu sensitif.

"Saya telah bekerja sebagai penyelidik selama 20 tahun dan jika saya memiliki sepotong bukti memberatkan yang tak terbantahkan, saya kemudian akan meletakkan kartu terkuat saya di atas meja, untuk menghancurkan lawan. Dalam hal ini saya tidak melihat itu," tutur Zherebenkov setelah sidang.

Dia menambahkan bahwa penuntut tidak memiliki bukti kuat untuk mendukung tuduhannya.

Whelan telah bekerja untuk perusahaan suku cadang mobil yang berbasis di Michigan sejak 2017. Saat ini ia adalah direktur keamanan global. Dia telah menghabiskan 14 tahun di Korps Marinir AS sebelum dipecat pada 2008 karena perilaku buruk.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
2 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
3 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
6 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
7 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved