Kuburan Massal 3.500 Jasad Ditemukan di Luar Bekas Ibu Kota ISIS
Sabtu, 23 Februari 2019 - 04:39 WIB
Kuburan Massal 3.500 Jasad Ditemukan di Luar Bekas Ibu Kota ISIS
A
A
A
RAQQA - Pemerintah Suriah telah menemukan kuburan massal berisi sekitar 3.500 jasad manusia di luar kota Raqqa, bekas ibu kota kelompok teroris Daesh atau ISIS. Temuan itu tercatat sebagai situs kuburan massal terbesar sejak Damaskus mulai membangun lagi wilayah yang mereka rebut kembali dari Daesh.
Jasad-jasad ditemukan terbaring di kuburan massal raksasa di sebidang tanah pertanian. Ada juga temuan beberapa jasad di kuburan individu, di mana korban mengenakan pakaian oranye yang merupakan pakaian khas sandera yang dieksekusi kelompok teroris tersebut.
"Ini adalah kuburan individual, tetapi di belakang kami, di dekat pepohonan, adalah kuburan massal yang dieksekusi oleh Daesh," kata Asaad Mohammad, asisten forensik setempat di lokasi kuburan massal sembari menunjuk ke sejumlah lubang yang digali petugas.
"Ada sekitar 2.500-3.000 mayat diperkirakan di sana, ditambah antara 900 dan 1.100 mayat di masing-masing kuburan, jadi setidaknya total 3.500 (jasad)," kata Mohammad kepada AFP, Sabtu (23/2/2019).
Otoritas Suriah pertama kali mengetahui situs kuburan massal itu bulan lalu, di pinggiran kota bernama al-Fukheikha.
Raqqa pertama kali direbut kelompok Front al-Nusra dari pasukan Suriah pada 2013. Pada tahun berikutnya, kota itu jatuh ke tangan Daesh, kelompok yang berusaha membangun apa yang mereka sebut sebagai "kekhalifahan" baru di Levant atau Suriah.
Daesh bahkan telah menyatakan Raqqa sebagai ibu kota de facto mereka dengan wilayah kekuasaan mencakup Suriah timur dan Irak utara. Namun, kekuasaan Daesh atas wilayah itu runtuh akibat serangan pasukan Suriah, Rusia, Amerika Serikat dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi. Kota itu dikendalikan lagi oleh pasukan pemerintah Suriah sejak 2017.
Sejak itu, otoritas Suriah telah menemukan setidaknya delapan situs kuburan massal di sekitar kota Raqqa. Satu ditemukan di daerah Panorama Raqqa Oktober lalu berisi setidaknya 1.400 jasad.
"Kuburan massal ini menyimpan jawaban atas nasib orang-orang yang dieksekusi oleh petempur Daesh, yang tewas dalam serangan udara koalisi atau yang hilang," kata Sara Kayyali dari Human Rights Watch kepada AFP.
Tidak jelas siapa sebenarnya yang ada di (balik) situs kuburan massal. Beberapa tidak diragukan bahwa itu adalah korban eksekusi Daesh, termasuk populasi Syiah di kota itu, yang dinyatakan Daesh bukan Muslim tetapi kelompok murtad.
Kelompok militan itu juga menghancurkan Masjid Uwais al-Qarni, sebuah tempat ziarah suci bagi kaum Syiah, tak lama setelah memegang kontrol Raqqa pada 2014.
Jasad-jasad ditemukan terbaring di kuburan massal raksasa di sebidang tanah pertanian. Ada juga temuan beberapa jasad di kuburan individu, di mana korban mengenakan pakaian oranye yang merupakan pakaian khas sandera yang dieksekusi kelompok teroris tersebut.
"Ini adalah kuburan individual, tetapi di belakang kami, di dekat pepohonan, adalah kuburan massal yang dieksekusi oleh Daesh," kata Asaad Mohammad, asisten forensik setempat di lokasi kuburan massal sembari menunjuk ke sejumlah lubang yang digali petugas.
"Ada sekitar 2.500-3.000 mayat diperkirakan di sana, ditambah antara 900 dan 1.100 mayat di masing-masing kuburan, jadi setidaknya total 3.500 (jasad)," kata Mohammad kepada AFP, Sabtu (23/2/2019).
Otoritas Suriah pertama kali mengetahui situs kuburan massal itu bulan lalu, di pinggiran kota bernama al-Fukheikha.
Raqqa pertama kali direbut kelompok Front al-Nusra dari pasukan Suriah pada 2013. Pada tahun berikutnya, kota itu jatuh ke tangan Daesh, kelompok yang berusaha membangun apa yang mereka sebut sebagai "kekhalifahan" baru di Levant atau Suriah.
Daesh bahkan telah menyatakan Raqqa sebagai ibu kota de facto mereka dengan wilayah kekuasaan mencakup Suriah timur dan Irak utara. Namun, kekuasaan Daesh atas wilayah itu runtuh akibat serangan pasukan Suriah, Rusia, Amerika Serikat dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi. Kota itu dikendalikan lagi oleh pasukan pemerintah Suriah sejak 2017.
Sejak itu, otoritas Suriah telah menemukan setidaknya delapan situs kuburan massal di sekitar kota Raqqa. Satu ditemukan di daerah Panorama Raqqa Oktober lalu berisi setidaknya 1.400 jasad.
"Kuburan massal ini menyimpan jawaban atas nasib orang-orang yang dieksekusi oleh petempur Daesh, yang tewas dalam serangan udara koalisi atau yang hilang," kata Sara Kayyali dari Human Rights Watch kepada AFP.
Tidak jelas siapa sebenarnya yang ada di (balik) situs kuburan massal. Beberapa tidak diragukan bahwa itu adalah korban eksekusi Daesh, termasuk populasi Syiah di kota itu, yang dinyatakan Daesh bukan Muslim tetapi kelompok murtad.
Kelompok militan itu juga menghancurkan Masjid Uwais al-Qarni, sebuah tempat ziarah suci bagi kaum Syiah, tak lama setelah memegang kontrol Raqqa pada 2014.
(mas)