Pakar HAM Desak Indonesia Selidiki Penggunaan Ular Saat Interogasi

Jum'at, 22 Februari 2019 - 14:14 WIB
Pakar HAM Desak Indonesia...
Pakar HAM Desak Indonesia Selidiki Penggunaan Ular Saat Interogasi
A A A
JENEWA - Para pakar hak asasi manusia (HAM) mendesak Indonesia untuk menyelidiki tudingan kekerasan oleh polisi dan militer di Papua. Hal itu muncul setelah beredar video yang menunjukkan seorang perwira polisi menggunakan ular hidup untuk mengintimidasi tersangka saat diinterogasi.

"Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna mencegah penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi dan pejabat militer yang terlibat dalam penegakan hukum di Papua," kata para ahli.

"Kami juga sangat prihatin tentang apa yang tampaknya menjadi budaya impunitas dan kurangnya investigasi terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua," sambung mereka dalam sebuah pernyataan.

"Warga Papua telah diperlakukan dengan cara yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan," tambah para ahli, yang mencakup beberapa pelapor khusus tentang adat dan hak asasi manusia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/2/2019).

Polisi di Papua memicu kemarahan bulan ini dengan menggantungkan ular di leher tersangka untuk membujuknya agar mengaku melakukan pencurian.

Sebuah video yang beredar online menunjukkan seorang pria ditanyai tentang ponsel yang dicurinya sambil duduk dengan tangan tertambat di belakang, berteriak dengan sedih ketika seorang perwira mendorong ular ke wajahnya.

Pihak kepolisian sejak itu meminta maaf dan menjanjikan tindakan disipliner terhadap anggotanya.

Baca juga: Pakai Ular, Polisi RI Teror Pria Pengadvokasi Kemerdekaan Papua Barat

"Kasus tersebut mencerminkan pola kekerasan yang meluas, dugaan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta metode penyiksaan yang digunakan oleh polisi dan militer Indonesia di Papua,” tambah para ahli.

Menanggapi pernyataan PBB, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan polisi telah mengambil "tindakan tegas" atas penggunaan ular terhadap tersangka di Papua.

"Polisi sedang melakukan penyelidikan dan telah menyatakan bahwa tindakan disipliner akan diambil sesuai dengan aturan dan peraturan serta kode etik polisi," kata juru bicara Kementeria Luar Negeri, Armanatha Nasir.
(ian)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
40 menit yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
1 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
3 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
4 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
5 jam yang lalu
Infografis
Netanyahu Marah Saat...
Netanyahu Marah Saat Macron Desak Israel Berhenti Bunuh Bayi-bayi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved