Bekukan Uang Pajak, Palestina Kecam Keputusan Israel

Selasa, 19 Februari 2019 - 09:04 WIB
Bekukan Uang Pajak,...
Bekukan Uang Pajak, Palestina Kecam Keputusan Israel
A A A
RAMALLAH - Sejumlah aktivis dan tokoh Palestina mengecam keputusan Israel untuk menahan jutaan dolar pendapatan pajak yang terhutang kepada Otoritas Palestina (PA).

"Keputusan kabinet Israel untuk memotong dana pajak Otoritas Palestina, yang diambil dari (pajak yang dikumpulkan dari) orang-orang Palestina, adalah sikap tercela," kata aktivis Palestina terkemuka Mustafa Barghouthi seperti dilansir dari Anadolu, Selasa (19/2/2019).

Barghouthi, pemimpin gerakan Inisiatif Nasional Palestina, kemudian menggambarkan kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pemerintah paling rasis di dunia.

Keputusan Israel untuk menahan pendapatan pajak, katanya, merupakan pelanggaran yang jelas terhadap semua perjanjian masa lalu yang ditandatangani antara Palestina dan otoritas pendudukan.

Menjelaskan langkah itu sebagai "perampokan di siang hari," Bargouthi mendesak Otoritas Palestin untuk membatalkan semua perjanjiannya dengan Israel, mengaktifkan perlawanan rakyat, mendukung gerakan boikot dan menuntut Israel di pengadilan internasional atas kejahatan yang berkelanjutan terhadap Palestina.

Sementara itu seorang anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Bassam al-Salhi mengatakan bahwa Israel bertindak dengan mengabaikan standar hukum dan konvensi internasional.

Anggota PLO lainnya, Qais Abu Laila, juga mengecam langkah Israel.

"Dengan keputusan ini, Israel menghukum rakyat Palestina dua kali," kata Abu Laila kepada Anadolu.

"Pertama, ketika pasukannya menangkap mereka dari rumah mereka di tengah malam; dan kedua, ketika menghukum keluarga mereka dengan mengambil uang mereka," terangnya.

"Israel secara konsisten membuktikan dirinya sebagai negara nakal yang tidak mengakui hukum internasional. Dunia harus mengakhiri ini," tegasnya.

Pada hari Minggu, kabinet keamanan Israel mengumumkan keputusannya untuk menahan sekitar USD140 juta dari pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina.

Menurut kantor perdana menteri Israel, Otoritas Palestina membayar sekitar jumlah ini tahun lalu kepada warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara Israel dan keluarga mereka.

Baca juga: Israel Bekukan Uang Pajak Palestina Senilai Rp1,9 Triliun

Juli lalu, Knesset mengesahkan undang-undang yang mensyaratkan bahwa Departemen Pertahanan menyediakan kabinet dengan jumlah yang Otoritas Palestina bayar kepada tahanan dan keluarga mereka dengan pandangan untuk menahan jumlah yang sama dalam pendapatan pajak Palestina.

Pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat, dalam sebuah wawancara dengan Radio Palestina, menuduh Israel dan AS berusaha untuk menghancurkan Otoritas Palestina.

Israel mengumpulkan sekitar USD175 juta setiap bulan dalam bentuk pajak atas kegiatan impor dan ekspor Palestina atas nama PA, yang pendapatan pajaknya mewakili sumber pendapatan utama.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
40 menit yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
1 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
2 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
3 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
4 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
5 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved