Iran Ancam Saudi dan UEA Terkait Serangan Bom Mobil

Minggu, 17 Februari 2019 - 07:11 WIB
Iran Ancam Saudi dan...
Iran Ancam Saudi dan UEA Terkait Serangan Bom Mobil
A A A
TEHERAN - Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Jenderal Mohammad Ali Jafari, mengancam akan melakukan balas dendam terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang ia anggap mendukung serangan bom mobil Rabu lalu. Serangan yang diklaim kelompok Jaish ul-Adl itu menewaskan 27 pasukan elite Iran dan banyak yang lainnya terluka parah.

Jafari mengatakan serangan bom dilakukan oleh kelompok teroris atas perintah Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan itu terjadi di wilayah perbatasan antara Provinsi Sistan dan Baluchestan.

"Kesabaran terhadap konspirasi dan rezim reaksioner di wilayah tersebut, terutama Arab Saudi dan UEA yang melakukan tindakan ini atas perintah dari AS dan rezim Zionis, akan berbeda dan kami pasti akan mengambil tindakan reparatif," katanya, pada hari Sabtu, dikutip Sputnik, Minggu (17/2/2019).

"Pemerintah Arab Saudi dan Emirat yang berbahaya harus tahu bahwa kesabaran Republik Islam tentang dukungan tersembunyi Anda untuk penjahat dan kelompok takfiri telah berakhir dan Iran tidak akan mentoleransinya lagi," lanjut Jafari dalam pidatonya di hadapan massa.

Dia dilaporkan telah meminta Presiden Hassan Rouhani agar memberikan kebebasan kepada IRGC untuk membalas dendam.

Jenderal Jafari juga menduga bahwa Pakistan memberikan dukungan kepada kelompok militan yang melakukan serangan teror di Iran. Dia menyerukan Islamabad untuk memperketat kebijakannya terhadap kelompok teroris Jaish ul-Adl yang terkait dengan al-Qaeda.

Kelompok itu telah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil Rabu lalu. Menurut Jafari, pemerintah Pakistan telah melindungi unsur-unsur kontra-revolusioner yang menimbulkan bahaya bagi Islam. "(Pemerintah Pakistan) yang tahu tempat persembunyian mereka, didukung oleh pasukan keamanan Pakistan, harus bertanggung jawab atas serangan teroris," imbuh dia.

Pada 13 Februari, sebuah mobil yang sarat bahan peledak menabrak bus yang membawa pasukan IRGC di perbatasan antara kota Zahedan dan Khash. Sebanyak 27 pasukan elite tewas dan 13 orang lainnya terluka parah.

Pada hari Sabtu, puluhan rekan korban melingkari peti mati di belakang truk ketika ribuan pelayat menghadiri pemakaman massal bagi para prajurit yang tewas. Banyak di antara kerumunan pelayat meneriakkan slogan "Matilah Amerika", dan "Matilah Zionisme".
(mas)
Berita Terkait
PM Pakistan: Kami Ditekan...
PM Pakistan: Kami Ditekan Negara Sahabat untuk Akui Negara Israel
Jadi Sekutu Israel,...
Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran
Drone Canggih Mata Langit...
Drone Canggih Mata Langit Ditembak Jatuh Iran, Uni Emirat Arab Pasrah
Trump Berharap Arab...
Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel
Daftar 10 Sekutu Mesir,...
Daftar 10 Sekutu Mesir, Negara yang Rencanakan Perang Melawan Israel
Iran Serang Situs Minyak...
Iran Serang Situs Minyak Uni Emirat Arab, Picu Kebakaran Besar
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
26 menit yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
1 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
2 jam yang lalu
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved