Hawaii 'Babak Belur' Dihantam Cuaca Ekstrim Langka

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:22 WIB
Hawaii \Babak Belur\...
Hawaii 'Babak Belur' Dihantam Cuaca Ekstrim Langka
A A A
HAWAII - Cuaca ekstrim langka menghantam wilayah negara bagian Amerika Serikat (AS) di Pasifik, Hawaii. Cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya itu membawa hembusan angin dengan kecepatan mencapai 191 mph, badai salju, dan ombak setinggi 40 kaki. Akibatnya, terjadi pemadaman listrik yang meluas dan satu orang dilaporkan tewas.

Cuaca ekstrim tersebut mulai melanda sejak Jumat, dengan angin yang merusak bercampur dengan laut menciptakan gelombang besar dan pada gilirannya menyebabkan banjir di pesisir. Seorang pria berusia 66 tahun meninggal akibat ombak besar di Maui.

"(Peramal cuaca) menyebut ini peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kami sependapat bahwa kami jarang melihat kombinasi gelombang tinggi di pantai, ditambah dengan angin kencang," kata Sam Lemmo, administrator Departemen Pertanahan dan Sumber Daya Alam Hawaii seperti disitir dari Russia Today, Rabu (13/2/2019).

Sementara itu, salju turun di Haleakalā, gunung berapi di Maui Timur. Fenomena ini membuat penduduk setempat terpana yang diabadikan dalam sebuah video oleh seorang saksi mata.

Taman Negara Bagian Polipoli di Maui, pada ketinggian hanya 6.200 kaki, berubah menjadi pemandangan salju Arktik akibat suhu rendah yang tidak biasa.

“Mungkin (untuk) pertama kalinya, salju turun di Taman Negara Bagian Hawaii,” Departemen Pertanahan dan Sumber Daya Alam Hawaii memposting ke halaman Facebook-nya, Minggu.

“Taman Negara Polipoli di Maui diselimuti salju. Ini juga bisa menjadi salju dengan ketinggian terendah yang pernah dicatat di negara bagian ini,” sambung keterangan itu.

Fenomena lain adalah ketinggian ombak yang mendekati 12,19 meter di daerah tertentu di garis pantai Hawaii, yang sayangnya berakibat fatal bagi seorang peselancar dari California.

"Keadaan laut seperti air di mesin cuci,” kata Jon Jelsema, peramal cuaca senior di kantor Layanan Cuaca di Honolulu sebagaimana dikutip oleh ADN.com.

“Anda memiliki campuran gelombang besar - yang dihasilkan di banyak daerah berbeda di Pasifik - berpadu dengan gelombang angin. Satu gelombang mengikuti gelombang berikutnya dengan interval yang cukup besar," jelasnya.

Selama akhir pekan, 27.000 pelanggan Maui Electric sementara dibiarkan tanpa listrik saat badai mendatangkan malapetaka. Sejumlah perahu layar terbang hingga ke darat dan dipindahkan di berbagai pelabuhan di seluruh Negara Bagian Aloha. Sebuah perahu layar 27 kaki bahkan terlepas dari tambatannya di Pelabuhan Perahu Kecil di Lahaina.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
3 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
3 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
4 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved