Kerajaan Melarang Putri Ubolratana Calonkan Diri Jadi PM Thailand

Minggu, 10 Februari 2019 - 00:10 WIB
Kerajaan Melarang Putri...
Kerajaan Melarang Putri Ubolratana Calonkan Diri Jadi PM Thailand
A A A
BANGKOK - Kerajaan Thailand, pada hari Sabtu (9/2/2019), resmi melarang Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi , 67, mencalonkan diri sebagai perdana menteri (PM) pada pemilu 24 Maret mendatang. Partai Raksa Chart yang dipilih sebagai kendaraan politik sang putri tersebut menyatakan patuh pada perintah kerajaan.

Pihak istana dalam sebuah pernyataan yang disiarkan semua stasiun televisi setempat mengatakan tindakan Putri Ubolratana akan menentang budaya bangsa.

"Meskipun dia telah melepaskan gelar kerajaannya secara tertulis, dia mempertahankan statusnya dan menjadikan dirinya sebagai anggota dinasti Chakri," kata pihak istana, dikutip BBC.

Raja Maha Vajiralongkorn, 66, pada hari Jumat telah menentang kakaknya itu terjun ke politik. Raja Vajiralongkorn mengatakan sang putri harus mempertahankan statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan.

"Keterlibatan anggota keluarga kerajaan yang berpangkat tinggi dalam politik, dengan cara apa pun, dianggap sebagai tindakan yang menentang tradisi, adat, dan budaya bangsa, dan karenanya dianggap sangat tidak pantas," lanjut pernyataan istana.

Pernyataan itu mengutip pasal konstitusi Thailand yang mengatakan monarki harus menjaga netralitas politik.

Pemilu bulan depan yang diawasi dengan ketat akan tercatat sebagai pemilu pertama bagi Thailand untuk kembali ke demokrasi setelah lima tahun di bawah kekuasaan junta militer.

Para analis mengatakan intervensi raja dalam hal apa pun kemungkinan akan menyebabkan Komisi Pemilihan Umum mendiskualifikasi pencalonan Putri Ubolratana dari pemilu.

Sang putri sebelumnya mengumumkan bahwa dia akan maju sebagai calon PM Thailand melalui Partai Thai Raksa Chart. Partai tersebut merupakan sekutu mantan PM Thaksin Shinawatra.

"Partai mematuhi perintah kerajaan dengan loyalitas kepada raja dan semua anggota keluarga kerajaan," kata partai tersebut dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
1 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
1 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
2 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
2 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
3 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
4 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved