Sepertiga Es di Himalaya Mencair pada Abad Ini

Kamis, 07 Februari 2019 - 08:12 WIB
Sepertiga Es di Himalaya...
Sepertiga Es di Himalaya Mencair pada Abad Ini
A A A
KATHMANDU - Sekitar sepertiga es di pegunungan Himalaya dan Hindu Kush akan mencair abad ini saat suhu semakin panas.

Pencairan es itu akan mengganggu aliran sejumlah sungai yang penting bagi pertanian mulai dari China hingga India. Para peneliti memberikan peringatan itu dalam laporan terbaru yang dirilis pekan ini.

“Gletser yang luas menjadikan wilayah Hindu Kush Himalaya (HKH) sebagai kutub ketiga setelah Antartika dan Arktik,” ungkap Philippus Wester, ketua tim peneliti dalam laporan terbaru, dilansir Reuters.

“Ini krisis iklim yang tak pernah Anda dengar. Pemanasan global dalam jalurnya untuk mengubah puncak-puncak pegunungan yang dingin dan diselimuti gletser itu akan membuat HKH menjadi bebatuan telanjang dalam waktu kurang dari seabad,” papar Wester dari Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terintegrasi (ICIMOD).

Laporan yang disusu 210 penulis itu menyatakan lebih dari sepertiga es di wilayah itu akan mencair pada 2100 meski berbagai negara mengambil langkah membatasi pemanasan global sesuai kesepakatan iklim Paris 2015.

Dua pertiga es akan lenyap jika pemerintah gagal mengurangi emisi gas rumah kaca pada abad ini. “Bagi saya ini hal yang sangat mengkhawatirkan,” ujar Wester saat merilis laporan itu di Kathmandu.

Gletser semakin tipis dan berkurang di sebagian besar wilayah itu sejak 1970-an. Mencairnya gletser akan membuat ketinggian permukaan air laut naik tapi ICIMOD menyatakan jumlah pastinya belum diketahui.

Wilayah itu terbentang 3.500 km melintasi Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, China, India, Myanmar, Nepal dan Pakistan. Studi itu menyatakan pencairan es itu akan mengganggu sungai-sungai Yangtze, Mekong, Indus dan Gangga, tempat para petani tergantung pada air yang mencari dari gletser pada musim kemarau.

Sekitar 250 juta orang tinggal di pegunungan dan 1,65 milair orang di lembah-lembah sungai di bawahnya. Perubahan aliran sungai akan menggangu produksi listrik tenaga air dan menyebabkan lebih banyak erosi dan tanah longsor di pegunungan. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Baru Diangkat oleh PM...
Baru Diangkat oleh PM Komunis Sharma Oli, 20 Menteri Dipecat Sekaligus
Sungai Bagmati Meluap,...
Sungai Bagmati Meluap, Ibu Kota Nepal Terendam
Profil Pushpa Kamal...
Profil Pushpa Kamal Dahal, Perdana Menteri Nepal Baru dengan Ideologi Komunis
Kenapa Gerakan Protes...
Kenapa Gerakan Protes Gen Z Nepal Sasar Kaum Elite Nepal Berubah?
Mengapa Gunung Machhapuchhre...
Mengapa Gunung Machhapuchhre Dilarang untuk Didaki? Ternyata Ini Alasannya
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
2 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
5 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
6 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
7 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
8 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved