Wabah Flu Babi Meluas di Jepang

Kamis, 07 Februari 2019 - 07:31 WIB
Wabah Flu Babi Meluas...
Wabah Flu Babi Meluas di Jepang
A A A
TOKYO - Wabah flu babi di Jepang meluas ke lima wilayah termasuk Osaka. Lebih dari 10.000 ekor babi dimusnahkan untuk pencegahan penyebaran wabah.

Pejabat Kementerian Pertanian Jepang menyatakan strain flu babi di Jepang berbeda dengan yang ada di China. Babi-babi di wilayah Aichi, Jepang, ditemukan terkena flu babi, kasus pertama di luar wilayah Gifu sejak wabah pertama flu babi di negara itu 26 tahun silam. Adapun wabah flu babi itu diketahui muncul di Gifu pada September lalu.

Babi-babi dari peternakan Aichi diduga dikirim ke Osaka dan tiga wilayah lain yang juga ditemukan wabah flu babi. Otoritas Jepang menyatakan sekitar 15.000 babi yang terkena wabah itu telah dimusnahkan dan dikubur.

“Untuk mencegah penyakit itu meluas, pemerintah akan melakukan tindakan agar kementerian pertanian dan otoritas lokal terkait bekerja sama mempercepat pelaksanaan langkah karantina,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga. Flu babi mematikan bagi babi tapi tidak menginfeksi manusia.

Sementara, saat warga China merayakan tahun baru Implek, para aktivis lingkungan mendorong warga mengurangi konsumsi daging babi dan membantu menyelamatkan bumi. China mengonsumsi daging babi lebih banyak dibandingkan negara lain dan totalnya mencapai setengah dari total konsumsi daging babi secara global.

Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menyatakan pola konsumsi babi di China itu menjadikan negara itu sebagai emiter gas rumah kaca terbesar di dunia. Peternakan bertanggung jawab untuk 14,5% dari emisi global.

“Emisi China dapat dikurangi hingga hampir 10% pada dekade mendatang jika rakyat China hanya makan setengah dari daging itu,” kata Jen Leung, direktur iklim China untuk WildAid yang berbasis di Amerika Serikat.

Jen menjelaskan, “Jadi coba makan lebih sedikit babi untuk menghormati Tahun Babi secara sehat.”

Sebanyak 12 binatang menjadi zodiak China dan pekan ini merupakan pergantian tahun dari tahun anjing menjadi tahun babi. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
18 menit yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
1 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
3 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
6 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
7 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved