AS Gagal Bikin Senjata Pelindung Kapal Induk dari Torpedo

Kamis, 07 Februari 2019 - 04:40 WIB
AS Gagal Bikin Senjata...
AS Gagal Bikin Senjata Pelindung Kapal Induk dari Torpedo
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengakui proyek senjata yang sangat rahasia untuk melindungi kapal induk dari ancaman torpedo musuh berakhir dengan kegagalan. Padahal, proyek itu telah menghabiskan dana USD760 juta atau lebih dari Rp10,5 triliun.

Angkatan Laut AS telah memerangi torpedo atau bom self-propelled bawah laut yang telah menenggelamkan kapal perang selama lebih dari 100 tahun.

Kapal induk Angkatan Laut AS selama ini dianggap mewakili keajaiban teknologi karena merupakan "bandara terapung" yang digerakkan oleh reaksi nuklir. Namun, setelah bertahun-tahun melakukan tes rahasia, AS telah menyerah pada sebuah program senjata untuk melawan ancaman torpedo.

Angkatan Laut Amerika Serikat telah membatalkan proyek Anti-Torpedo Torpedo Defensive System dan akan menghapus sistem dari lima kapal induk yang benar-benar telah mereka instal. Demikian laporan Kantor Pentagon untuk Direktur Uji dan Evaluasi yang dirilis pada hari Selasa lalu.

"Pada September 2018, Angkatan Laut menghentikan usahanya untuk mengembangkan sistem (pertahanan permukaan kapal torpedo). Angkatan Laut berencana untuk mengembalikan semua operator ke konfigurasi normalnya selama ketersediaan perawatan selama empat tahun ke depan," bunyi laporan kantor tersebut dikutip Business Insider, Kamis (7/2/2019).

Laporan itu mengatakan selama lima tahun, program rahasia itu melibatkan beberapa proses dalam menemukan dan menjatuhkan torpedo musuh yang masuk, tetapi tidak cukup. Data tentang keandalan sistem tetap terlalu tipis atau sama sekali tidak ada.

Hal itu membuat kapal-kapal permukaan milik Angkatan Laut AS hampir tidak memiliki pertahanan terhadap senjata anti-permukaan terutama dari kapal selam. Tragisnya, armada kapal selam Rusia dan China telah berkembang pesat untuk membuat ancaman besar bagi kapal-kapal AS.

Pada akhir Perang Dingin, AS berbalik dari perang anti-kapal selam ke pertempuran melawan kapal-kapal permukaan. Tetapi sekarang, Rusia, China, dan Iran dilaporkan memiliki torpedo super-kavitasi, atau torpedo yang membentuk gelembung udara.

Kelas baru torpedo cepat tidak dapat dipandu, tetapi dapat menembak langsung ke arah kapal induk Angkatan Laut AS yang memiliki sedikit peluang untuk mendeteksi senjata tersebut.

Torpedo tidak menghantam secara langsung ke dalam kapal, melainkan menggunakan ledakan untuk membuat gelembung udara di bawah kapal dan berpotensi menekuk atau menghancurkan busur yang membuat kapal tersebut tenggelam.

Torpedo Rusia memiliki jangkauan 12 mil dan dapat zig-zag untuk mengalahkan tindakan balasan ketika mendekati sebuah kapal.

Mengutip laporan The Drive, AS telah menghabiskan USD760 juta untuk proyek senjata yang gagal.

Angkatan Laut AS dapat mengerahkan "nixies" atau umpan pembuat kebisingan yang diseret kapal di belakangnya untuk menarik torpedo, tetapi umpan itu harus mendeteksi torpedo yang masuk terlebih dahulu.
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved