AS Tak Berencana Sebar Rudal Nuklir di Eropa
Sabtu, 02 Februari 2019 - 10:44 WIB
AS Tak Berencana Sebar Rudal Nuklir di Eropa
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak memiliki rencana untuk menyebarkan rudal atau sistem bersenjata nuklir lainnya di Eropa setelah keluar dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, David Trachtenberg.
Presiden Donald John Trump mengumumkan Amerika Serikat mulai Sabtu (2/2/2019) menangguhkan kewajibannya untuk mematuhi Perjanjian INF 1987 dan akan memulai proses penarikan diri dari perjanjian tersebut dalam waktu enam bulan.
"Tidak ada rencana...untuk maju dan menggunakan rudal di Eropa atau sistem senjata nuklir di Eropa," kata Trachtenberg dalam sebuah forum pada hari Jumat, seperti dikutip Sputnik.
Situasi saat ini, lanjut dia, tidak seperti keadaan yang mengarah kepatuhan terhadap traktat tersebut. INF Treaty 1987 diteken AS dengan Uni Soviet untuk mencegah perang nuklir. Setelah Soviet runtuh tahun 1990-an, tratat itu dipertahankan oleh AS dan Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan mengatakan Amerika Serikat keluar dari perjanjian INF karena ingin memaksakan pada dunia seperangkat aturan yang memuaskan kebutuhan kebijakan luar negeri Washington sendiri yang oportunistik.
Kementerian itu juga mengatakan bahwa Moskow secara konsisten, terus-menerus dan tanpa syarat memenuhi komitmennya di bidang pengendalian senjata, pelucutan senjata dan non-proliferasi.
Perjanjian INF melarang semua rudal balistik yang diluncurkan di darat dengan jangkauan antara 310 dan 3.400 mil. Amerika Serikat telah berulang kali mengklaim bahwa jajaran rudal 9M729 Rusia melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut.
Namun, Moskow membantah tuduhan itu dengan menuntut bukti. Sebaliknya, Rusia telah mengeluhkan sistem pertahanan rudal AS di Eropa, karena dilengkapi dengan peluncur yang mampu menembakkan rudal jelajah pada rudal jarak menengah.
Presiden Donald John Trump mengumumkan Amerika Serikat mulai Sabtu (2/2/2019) menangguhkan kewajibannya untuk mematuhi Perjanjian INF 1987 dan akan memulai proses penarikan diri dari perjanjian tersebut dalam waktu enam bulan.
"Tidak ada rencana...untuk maju dan menggunakan rudal di Eropa atau sistem senjata nuklir di Eropa," kata Trachtenberg dalam sebuah forum pada hari Jumat, seperti dikutip Sputnik.
Situasi saat ini, lanjut dia, tidak seperti keadaan yang mengarah kepatuhan terhadap traktat tersebut. INF Treaty 1987 diteken AS dengan Uni Soviet untuk mencegah perang nuklir. Setelah Soviet runtuh tahun 1990-an, tratat itu dipertahankan oleh AS dan Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan mengatakan Amerika Serikat keluar dari perjanjian INF karena ingin memaksakan pada dunia seperangkat aturan yang memuaskan kebutuhan kebijakan luar negeri Washington sendiri yang oportunistik.
Kementerian itu juga mengatakan bahwa Moskow secara konsisten, terus-menerus dan tanpa syarat memenuhi komitmennya di bidang pengendalian senjata, pelucutan senjata dan non-proliferasi.
Perjanjian INF melarang semua rudal balistik yang diluncurkan di darat dengan jangkauan antara 310 dan 3.400 mil. Amerika Serikat telah berulang kali mengklaim bahwa jajaran rudal 9M729 Rusia melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut.
Namun, Moskow membantah tuduhan itu dengan menuntut bukti. Sebaliknya, Rusia telah mengeluhkan sistem pertahanan rudal AS di Eropa, karena dilengkapi dengan peluncur yang mampu menembakkan rudal jelajah pada rudal jarak menengah.
(mas)