Senator AS Minta Intelijen 'Didik' Trump Soal Iran
Kamis, 31 Januari 2019 - 21:17 WIB
Senator AS Minta Intelijen 'Didik' Trump Soal Iran
A
A
A
WASHINGTON - Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat (AS), Chuck Schumer telah meminta Direktur Intelijen Nasional Dan Coats untuk "mendidik" Presiden Donald Trump terkait Iran. Permintaan ini datang setelah Trump melemparkan serangan terhadap komunitas intelijen AS.
Dalam sebuah surat kepada Coats, Schumer memintanya dan Direktur CIA, Gina Haspel serta kepala FBI, Christopher Wray untuk mengadakan pertemuan dengan Trump dan memberikannya sedikit pelajaran mengenai Iran.
"Anda tidak dapat membiarkan komentar presiden yang keliru dan tidak beralasan ini begitu saja," bunyi surat Schumer, seperti dilansir PressTV pada Kamis (31/1).
"Dia menempatkan Anda dan kolega Anda dalam posisi yang tidak dapat dipertahankan dan melukai kepentingan nasional dalam proses tersebut. Anda harus menemukan cara untuk menjelaskan kepadanya," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Trump mengecam komunitas intelijennya sendiri setelah memberikan penilaian yang bertentangan dengan pandangan pemerintahannya tentang Iran. Menurutnya, lembaga intelijen AS naif dan salah dalam menilai ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.
Tanggapan itu datang setelah laporan intelijen AS mengatakan Teheran sudah tidak membuat senjata nuklir. Laporan itu juga mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) juga tidak akan menyerahkan persediaan senjata dan kemampuan produksi nuklirnya.
Dalam sebuah surat kepada Coats, Schumer memintanya dan Direktur CIA, Gina Haspel serta kepala FBI, Christopher Wray untuk mengadakan pertemuan dengan Trump dan memberikannya sedikit pelajaran mengenai Iran.
"Anda tidak dapat membiarkan komentar presiden yang keliru dan tidak beralasan ini begitu saja," bunyi surat Schumer, seperti dilansir PressTV pada Kamis (31/1).
"Dia menempatkan Anda dan kolega Anda dalam posisi yang tidak dapat dipertahankan dan melukai kepentingan nasional dalam proses tersebut. Anda harus menemukan cara untuk menjelaskan kepadanya," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Trump mengecam komunitas intelijennya sendiri setelah memberikan penilaian yang bertentangan dengan pandangan pemerintahannya tentang Iran. Menurutnya, lembaga intelijen AS naif dan salah dalam menilai ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.
Tanggapan itu datang setelah laporan intelijen AS mengatakan Teheran sudah tidak membuat senjata nuklir. Laporan itu juga mengatakan bahwa Korea Utara (Korut) juga tidak akan menyerahkan persediaan senjata dan kemampuan produksi nuklirnya.
(esn)