UE Berencana Akui Guaido sebagai Presiden Venezuela
Kamis, 31 Januari 2019 - 20:57 WIB
UE Berencana Akui Guaido sebagai Presiden Venezuela
A
A
A
BRUSSELS - Parlemen Eropa berencana mempertimbangkan rancangan resolusi untuk mengakui Juan Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, sebagai presiden sementara negara itu. Dia juga meminta negara-negara anggota Uni Eropa (UE) untuk membuat keputusan yang sama.
"Parlemen Eropa, mengakui Guaido sebagai presiden sementara yang sah dari Republik Bolivarian Venezuela sesuai dengan Konstitusi Venezuela, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 233, dan menyatakan dukungan penuh untuk peta jalannya," bunyi rancangan resolusi UE.
Dalam resolusi itu, Parlemen Eropa meminta Menteri Luar Negeri UE, Federica Mogherini negara-negara anggota blok untuk mengadopsi sikap kuat dan bersatu dengan turut mengakui Guaido sebagai satu-satunya presiden sementara Venezuela sampai pemilihan presiden yang bebas, transparan dan kredibel dapat dilakukan untuk memulihkan demokrasi.
"Parlemen Eropa menyambut keputusan oleh banyak negara demokratis untuk mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara Amerika Latin," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (31/1).
Badan itu juga menyerukan Mogherini untuk bekerja sama dengan negara-negara di kawasan itu dan aktor-aktor kunci lainnya untuk membuat kelompok penghubung yang dapat menengahi dengan maksud untuk membangun kesepakatan tentang pemilihan umum yang bebas dan tranparan digelar di Venezuela.
"Parlemen Eropa, mengakui Guaido sebagai presiden sementara yang sah dari Republik Bolivarian Venezuela sesuai dengan Konstitusi Venezuela, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 233, dan menyatakan dukungan penuh untuk peta jalannya," bunyi rancangan resolusi UE.
Dalam resolusi itu, Parlemen Eropa meminta Menteri Luar Negeri UE, Federica Mogherini negara-negara anggota blok untuk mengadopsi sikap kuat dan bersatu dengan turut mengakui Guaido sebagai satu-satunya presiden sementara Venezuela sampai pemilihan presiden yang bebas, transparan dan kredibel dapat dilakukan untuk memulihkan demokrasi.
"Parlemen Eropa menyambut keputusan oleh banyak negara demokratis untuk mengakui Guaido sebagai presiden sementara negara Amerika Latin," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (31/1).
Badan itu juga menyerukan Mogherini untuk bekerja sama dengan negara-negara di kawasan itu dan aktor-aktor kunci lainnya untuk membuat kelompok penghubung yang dapat menengahi dengan maksud untuk membangun kesepakatan tentang pemilihan umum yang bebas dan tranparan digelar di Venezuela.
(esn)