Guaido: Venezuela di Bawah Kediktatoran

Selasa, 29 Januari 2019 - 23:55 WIB
Guaido: Venezuela di...
Guaido: Venezuela di Bawah Kediktatoran
A A A
CARACAS - Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mengatakan bahwa warga negara itu hidup dalam kediktatoran. Ia pun kembali menyerukan untuk digelarnya pemilu baru.

Berbicara kepada BBC Mundo di Caracas, Guaido membela klaimnya sebagai pemimpin sementara. Menurutnya konstitusi Venezuela mengizinkannya, sebagai Ketua Majelis Nasional, untuk mengambil alih kekuasaan ketika presiden dianggap tidak sah.

"Tugas saya adalah menyerukan pemilihan bebas karena ada penyalahgunaan kekuasaan dan kami hidup dalam kediktatoran," kata Guaido.

"Di Venezuela, kami menerima dominasi, penindasan total dan penyiksaan dari rezim Maduro atau kami memilih kebebasan, demokrasi dan kemakmuran bagi rakyat kami," imbuhnya seperti dilansir dari BBC, Selasa (29/1/2019).

Guaido mengatakan bahwa pemerintahan Maduro membunuh kaum muda miskin di jalanan.

Ia pun berjanji untuk bertindak sebagai pemimpin sementara untuk mengawasi pemilihan baru di negara itu. Namun, deklarasi kepemimpinannya telah memecah komunitas internasional. Sejauh ini, ia telah mendapat pengakuan sebagai pemimpin sementara oleh lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

Sementara Presiden Nicolas Maduro mempertahankan dukungan dari Rusia, yang menuduh AS melakukan intervensi "ilegal".

Guaido telah menyerukan demonstrasi lebih lanjut minggu ini, setelah puluhan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes Maduro Rabu lalu.

PBB mengatakan bahwa 40 orang diyakini telah terbunuh dalam kerusuhan baru-baru ini.

Aksi protes telah berkembang sejak Maduro memulai masa jabatan kedua sebagai presiden bulan ini. Dia terpilih tahun lalu dalam pemungutan suara kontroversial di mana banyak kandidat oposisi dilarang ikut bertarung atau dipenjara.

Venezuela telah berjuang menghadapi krisis ekonomi besar-besaran. Hiperinflasi dan kekurangan barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan serta obat-obatan telah memaksa jutaan orang meninggalkan negara.
(ian)
Berita Terkait
Pakar HI: Penangkapan...
Pakar HI: Penangkapan Maduro Tidak Sesuai dengan Piagam PBB
Gagal Gulingkan Maduro,...
Gagal Gulingkan Maduro, 2 Mantan Tentara AS Divonis 20 Tahun Penjara
Maduro Ditangkap AS,...
Maduro Ditangkap AS, Siapa yang Akan Memimpin Venezuela?
Presiden Maduro Ampuni...
Presiden Maduro Ampuni Ratusan Anggota Parlemen Oposisi Venezeula
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Oposisi Venezuela Bersatu...
Oposisi Venezuela Bersatu Mendukung Edmundo Gonzalez untuk Menumbangkan Nicolas Maduro
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
42 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved