Michael Bloomberg, Miliarder yang Ingin Jadi Presiden

Senin, 28 Januari 2019 - 08:43 WIB
Michael Bloomberg, Miliarder...
Michael Bloomberg, Miliarder yang Ingin Jadi Presiden
A A A
Pria berusia 76 tahun ini sudah memiliki banyak status. Dari pengusaha multinasional, politikus, filantropis, aktivis, hingga penulis. Hampir tidak ada bidang kehidupan publik yang tidak tersentuh pengaruhnya. Pada usia senja, dia pun mengincar ambisi puncak; menjadi presiden Amerika Serikat (AS)

Sesuai namanya, dialah pendiri sekaligus pemilik Bloomberg LP, perusahaan multinasional di bidang layanan finansial, media, serta perangkat lunak (software). Perusahaan ini didirikannya pada 1981, saat dirinya masih berusia 39 tahun.

Pria kelahiran Boston, 14 Februari 1942 ini, juga dikenal sebagai wali kota New York selama tiga kali masa jabatan (2002-2013). Namanya pun sudah langganan masuk dalam daftar orang paling berpengaruh dan orang terkaya. Dikutip Forbes, tahun lalu dia masuk dalam daftar Forbes 400, Powerful People, dan Billionaires. Sementara pada 2017 namanya masuk dalam daftar The Richest Person In Every State.

Kini, Bloomberg sedang ramai disebut-sebut akan ikut maju dalam pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan digelar pada 2020 mendatang, melalui Partai Demokrat.

Dikutip majalah berita mingguan Kanada, Maclean’s, motivasinya maju dalam pilpres adalah untuk mengembalikan kepercayaan dunia pada AS. “Sebagai orang Amerika, saya mengatakan, jangan salah mengartikan kekacauan di Washington demi tekad rakyat Amerika,” serunya.

Bloomberg mengatakan tidak melihat poin penting dalam mencalonkan diri sebagai presiden jika tidak dapat berjalan pada platform yang sesuai dengan nilai-nilainya. Prioritasnya termasuk kesehatan masyarakat, perubahan iklim, dan pendidikan.

“Perubahan iklim dapat menghancurkan seluruh dunia dan membunuh semua orang di dalamnya. Saya sangat frustrasi karena banyak orang tidak memahaminya,” katanya, dikutip Boston Globe.

Selain itu, Bloomberg memainkan peran kepemimpinan yang dominan pada isu lainnya, yakni kontrol senjata. Dia menghabiskan satu dekade memerhatikan masalah perubahan iklim dan kontrol senjata tersebut.

Jika dia resmi mencalonkan diri dalam pilpres, kedua isu ini yang diperkirakan cukup menonjol dibawanya. Meski tidak ada kampanye presiden yang berhasil yang pernah dikaitkan dengan masalah-masalah itu, politik di sekitar perubahan iklim dan kontrol senjata telah berubah secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.

Dikutip Politico, menurut sumber terdekat, Bloomberg melakukan jajak pendapat dan mengumpulkan data terkait dua hal itu yang nantinya bisa mendorong Partai Demokrat maju ke tempat pemungutan suara.

“Saya telah mencurahkan banyak hidup saya untuk memerangi kekerasan senjata. Ketika saya meninggalkan kantor, saya tahu bahwa saya tidak bisa meninggalkan tanggung jawab itu... Saya akan mengabdikan hidup saya untuk pekerjaan yang belum selesai,” tuturnya di acara Everytown for Gun Safety, kelompok yang dibentuknya lima tahun lalu setelah diangkat menjadi wali kota New York.

Dia juga yakin usianya yang sudah terbilang senja tidak akan menjadi masalah besar baginya saat maju dalam pilpres. Menurut dia, kedewasaan dan pengalaman akan menjadi aset yang berharga.

“Tidak ada yang salah dengan orang-orang yang muda, tetapi tidak ada yang salah dengan orang yang lebih tua. Menjadi tua adalah proses yang saya harap berlanjut,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2001 Bloomberg memutuskan untuk memasuki dunia politik dan mencalonkan diri sebagai wali kota New York dari Partai Republik. Dia pun menang dan menjabat pada tahun 2002. Saat itu dia juga ikut membantu membangun kembali kota setelah serangan 9/11.
(don)
Berita Terkait
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Mengapa Dunia Terdominasi...
Mengapa Dunia Terdominasi oleh Amerika Serikat?
Henry Kissinger, yang...
Henry Kissinger, yang Ramalkan Israel Akan Hancur, Meninggal Dunia
Sejumlah Pemimpin Dunia...
Sejumlah Pemimpin Dunia Ucapkan Selamat Untuk Biden-Harris
Preview Amerika Serikat...
Preview Amerika Serikat vs Wales: Buta Kekuatan Lawan
7 Masjid Tertua di Amerika...
7 Masjid Tertua di Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
28 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved