Trump Siap Akhiri Penutupan Pemerintah Terlama dalam Sejarah AS

Sabtu, 26 Januari 2019 - 04:13 WIB
Trump Siap Akhiri Penutupan...
Trump Siap Akhiri Penutupan Pemerintah Terlama dalam Sejarah AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald John Trump siap mengakhiri shutdown atau penutupan pemerintah yang sudah berlangsung lebih dari 34 hari. Dia mengumumkan akan membuat kesepakatan dengan Kongres untuk membuka kembali pemerintah yang mengalami shutdown terlama dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan yang akan dia buat itu tidak mencakup pendanaan tembok perbatasan yang telah dia usulkan.

"Dalam waktu singkat, saya akan menandatangani RUU (rancangan undang-undang) untuk membuka pemerintahan kita selama tiga minggu," katanya dalam pidato pada hari Jumat di Rose Garden Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Sabtu (26/1/2019).

Menurutnya, anggota Parlemen akan bekerja untuk solusi yang lebih permanen guna mengatasi krisis perbatasan.

Trump percaya bahwa kubu Demokrat dan Republik bersedia untuk mengesampingkan keberpihakan mereka demi mengutamakan keamanan rakyat Amerika.

Presiden Trump berterima kasih kepada pekerja federal dan keluarga mereka atas pengabdian mereka dalam menghadapi kesulitan. Sekitar 800.000 pegawai federal telah bekerja tanpa gaji selama sebulan akibat shutdown.

Pemimpin Amerika ini tidak mengungkapkan rincian kesepakatan yang akan dia buat dengan Kongres untuk mengakhiri shutdown pemerintah. Namun, dalam pengumumannya dia memberikan argumen tentang pentingnya pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Dia menjabarkan tindakan kriminal yang mungkin dilakukan penjahat yang datang ke AS melewati perbatasan, mulai dari menjual narkoba hingga menyerang wanita. Trump mengatakan kartel, geng transnasional, dan pedagang manusia dengan berani melanggar undang-undang AS dan meneror komunitas yang tidak bersalah.

Jika Kongres tidak mencapai kesepakatan yang adil dengannya selama tiga minggu ke depan, kata Trump, pemerintah akan ditutup kembali pada 15 Februari 2019. Solusi lain yang akan dia tempuh adalah menetapkan status darurat nasional untuk mengatasi keadaan darurat di perbatasan.

Shutdown pemerintah AS terjadi sejak Desember lalu ketika Kongres yang dikuasai kubu Demokrat tak setuju dengan anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang diusulkan Trump. Kubu Demokrat memblokir permintaan anggaran USD5,7 miliar untuk tembok perbatasan yang diusulkan Trump. Shutdown secara parsial dimulai pada 22 Desember dan telah berlangsung lebih dari 34 hari.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Sekitar 1,3 Juta Anggota...
Sekitar 1,3 Juta Anggota Militer AS Tidak Digaji Akibat Penutupan Pemerintah
Dampak Penutupan Pemerintah...
Dampak Penutupan Pemerintah AS Jauh Lebih Parah dari Perkirakan
Pemungutan Suara Pemilihan...
Pemungutan Suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat di California
Warga Naturalisasi Tentukan...
Warga Naturalisasi Tentukan Hasil Pemilu Amerika Serikat
Di Mana Donald Trump...
Di Mana Donald Trump ketika Rumor Kematiannya Viral di Media Sosial?
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
3 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
7 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
8 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
9 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
10 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved