Rusia Desak AS Batalkan Rencana Sebar Rudal di Ruang Angkasa

Sabtu, 26 Januari 2019 - 03:07 WIB
Rusia Desak AS Batalkan...
Rusia Desak AS Batalkan Rencana Sebar Rudal di Ruang Angkasa
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan pengerahan sistem pertahanan rudal di ruang angkasa. Moskow menilai rencana seperti itu tidak bertanggung jawab dan berisiko memicu perlombaan senjata.

Konsep Washington itu telah tertuang dalam Missile Defense Review (MDR) atau Tinjauan Pertahanan Rudal. Dalam MDR disebutkan bahwa Washington ingin mengerahkan sistem pertahanan rudal berbasis ruang angkasa dengan tujuan mendeteksi dan menghancurkan setiap rudal musuh sebelum ditembakkan.

Dalam pidato yang mengumumkan publikasi MDR di Pentagon, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa strategi baru itu akan memastikan bahwa rudal musuh tidak menemukan tempat perlindungan di Bumi atau di langit.

"Ruang angkasa adalah domain perang baru dengan Pasukan Ruang Angkasa (AS) memimpin," kata Trump dalam pidatonya saat itu.

Moskow menentang strategi Washington yang menjadikan ruang angkasa dengan medan tempur baru karena akan membahayakan misi antariksa negara lain.

"Implementasi rencana antariksa militer AS akan memengaruhi keselamatan misi antariksa saat ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, yang dikutip SINDOnews.com dari situs resminya, Sabtu (26/1/2019).

Kementerian itu menyatakan keprihatinanya bahwa AS meninggalkan dialog konstruktif dan kembali ke program pertahanan rudal "Star Wars" 1980-an dari Presiden Ronald Reagan. Program Reagan yang belum pernah terealisasi itu memang ingin menempatkan sistem pencegat rudal berbasis ruang angkasa.

Meskipun MDR hanya merekomendasikan untuk dipelajari, Moskow yakin bahwa pemerintahan Trump memberikan penekanan kuat pada hal itu dan akan cenderung untuk terus maju dengan pengembangan senjata berbasis ruang angkasa.

Selain ingin mengerahkan sistem pertahanan rudal di ruang angkasa, MDR juga menjelaskan rencana untuk mengerahkan 20 rudal pencegat tambahan di Alaska setelah 2023.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
1 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
2 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
2 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
3 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
4 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved