NATO: Rudal Rusia Menurunkan Standar Penggunaan Senjata Nuklir

Jum'at, 25 Januari 2019 - 04:05 WIB
NATO: Rudal Rusia Menurunkan...
NATO: Rudal Rusia Menurunkan Standar Penggunaan Senjata Nuklir
A A A
DAVOS - NATO memperingatkan bahwa rudal baru dari Rusia tidak hanya merusak perjanjian kontrol senjata nuklir dengan AS, tapi juga menurunkan standar penggunaan senjata nuklir.

Pada bulan Oktober, Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan keluar dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987. Alasannya, Moskow melanggar persyaratan dengan mengembangkan rudal yang bertentangan dengan perjanjian.

Peringatan dari NATO itu disampaikan pemimpinnya; Jens Stoltenberg pada Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Kamis.

"Rusia melanggar perjanjian itu. Mereka telah mengembangkan dan menggunakan rudal baru yang bergerak, sulit dideteksi, memiliki waktu peringatan singkat dan karena itu mengurangi ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir apa pun," katanya.

Perjanjian INF antara AS dan Uni Soviet yang kemudian diteruskan Rusia itu mengamanatkan penghapusan rudal nuklir dan konvensional, serta peluncurnya.

Stoltenberg mengatakan NATO akan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu melestarikan perjanjian INF, tetapi komandan militernya sudah melihat konsekuensi dari senjata baru Rusia dan bagaimana hal itu perlu ditentang.

"Ini benar-benar serius dan kami harus melakukan ini dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab," katanya.

Rusia telah menawarkan pada Amerika kesempatan untuk memeriksa rudal jelajah 9M729, yang disebut SSC-8 oleh NATO.

Stoltenberg mengaku melihat bukti bahwa negara-negara lain sekarang meningkatkan upaya untuk memberikan penguatan terbesar di NATO sejak akhir Perang Dingin.

"Sekutu NATO telah menambahkan USD41 miliar pengeluaran pertahanan dan tahun depan akan menjadi $ 100 miliar sehingga sekutu Eropa dan Kanada benar-benar meningkatkan," klaim saya.

Berbicara di forum tahunan pada hari Kamis, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen mengatakan kepada CNBC bahwa pengeluaran militer negaranya berasal dari pangkalan yang sangat rendah tetapi terus meningkat.

"Setelah penyatuan kembali (Jerman), kami semua berpikir perdamaian mendominasi dan kami semua mengurangi pasukan bersenjata kami. Angkatan Bersenjata Jerman berada di tingkat terendah absolut lima tahun lalu ketika saya mulai menjabat, "katanya.

Jerman diperkirakan akan menghabiskan sekitar 1,5 persen dari anggarannya untuk pertahanan pada tahun 2024. Von Der Leyen mengatakan angka itu akan mewakili peningkatan 80 persen dari 2014.

"Ini masalah hasil, kemampuan. Kami adalah satu-satunya negara benua yang melindungi dan meyakinkan teman-teman Baltik kami. Kami adalah kontributor pasukan terbesar kedua untuk NATO dan Afghanistan," ujarnya, seperti dikutip CNBC, Jumat (25/1/2019).
(mas)
Berita Terkait
Trump Usulkan Denuklirisasi...
Trump Usulkan Denuklirisasi Karena AS Tidak Bisa Menang Melawan Rusia dan China, Ini Analisisnya
Rusia Sengaja Biarkan...
Rusia Sengaja Biarkan Kapal Mata-mata NATO Pantau Uji Coba Rudal Nuklir
Rusia Akan Uji Coba...
Rusia Akan Uji Coba Senjara Nuklir jika Negara Lain Melakukannya
Negara-negara Tetangga...
Negara-negara Tetangga Rusia Diam-diam Berencana Peroleh Senjata Nuklir
NATO Membunyikan Alarm,...
NATO Membunyikan Alarm, Jenderal Inggris: Musuh Kita Nyata
Kirim Sinyal Antisipasi...
Kirim Sinyal Antisipasi Invasi Rusia, NATO Gelar Latihan Perang Nuklir
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved