Rofi: Palestina Ketua G-77, Terobosan Penting Raih Kedaulatan

Jum'at, 18 Januari 2019 - 23:17 WIB
Rofi: Palestina Ketua...
Rofi: Palestina Ketua G-77, Terobosan Penting Raih Kedaulatan
A A A
JAKARTA - Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar menyambut baik kepemimpinan Palestina sebagai ketua forum negara-negara berkembang PBB (Group of 77). Presiden Abbas menghadiri langsung acara pengukuhan tersebut pada hari Selasa lalu di markas PBB New York, Amerika Serikat (AS).

Baca: Mulai Tugas sebagai Presiden G-77, PBB: Selamat Bertugas Palestina

“Terpilihnya Palestina sebagai ketua Kelompok 77 menjadi bukti yang sangat jelas dari pencapaian di bidang diplomatik, tentu situasi ini harus dapat digunakan sebagai momentum penting dalam pencapaian kedaulatan negara tersebut,” kata Rofi Munawar melalui keterangan pers yang diterima Sindonews pada Jumat, (18/1/2019) di Jakarta.

Rofi menjelaskan, dengan kepemimpinan Palestina di G-77 secara faktual semakin menegaskan legitimasi komunitas internasional terhadap eksistensi negara tersebut. Meski penunjukan Palestina di G-77 ditentang oleh Amerika Serikat dan Israel, namun hasil akhir menunjukan bahwa 193 negara Majelis Umum PBB menyetujui. Sebuah ‘pukulan telak’ bagi dua negara yang senantiasa menentang kemerdekaan Palestina.

“Jika kita cermati, pencapaian diplomatik Palestina selama ini sudah cukup banyak, namun demikian seringkali terkendala oleh veto AS dan ulah Israel. Contohnya saat Interpol mengukuhkan Palestina sebagai anggota baru dan Badan kebudayaan PBB, UNESCO, memutuskan kota tua di Hebron, Tepi Barat, sebagai situs Warisan Dunia Palestina,” tutur Rofi.

Rofi, yang juga anggota Executive Committee of Parliamentarians for Al Quds League, meminta Pemerintah Indonesia membangun komunikasi aktif dengan Palestina dalam forum G-77. Membangun kerja sama yang produktif di berbagai bidang pembangunan dan kerja sama sosial. Komitmen dan kedekatan emosional kedua negara yang selama ini telah terjalin agar terus ditingkatkan baik dalam hubungan pemerintahan maupun komunitas masyarakat.
|
“Indonesia harus memastikan dan meyakinkan bahwa kepemimpinan Palestina dalam forum tersebut akan berjalan efektif,” ucap Rofi.

Sebagai informasi, kelompok 77 (G-77) dibentuk pada tanggal 15 Juni 1964 melalui pengesahan Joint Declaration dari 77 anggota negara berkembang pada saat berlangsungnya sidang Sesi Pertama United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di Jenewa. Sampai saat ini, Kelompok 77 dan China telah beranggotakan 133 negara. G-77 saat ini juga memiliki Chapter di 6 kota dunia, yaitu di Jenewa, Paris, Roma, Nairobi, New York, dan Wina.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Jokowi: Indonesia Konsisten...
Jokowi: Indonesia Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
Bertemu Jokowi, Dubes...
Bertemu Jokowi, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Rakyat Indonesia
Jalan Panjang Pengakuan...
Jalan Panjang Pengakuan Negara Palestina, Indonesia Termasuk Kelompok Awal
Dapat Beasiswa Pendidikan...
Dapat Beasiswa Pendidikan di Unhan, 22 Mahasiswa Palestina Tiba di Indonesia
4 Alasan Mengapa Indonesia...
4 Alasan Mengapa Indonesia Harus Bela Palestina
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
19 menit yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
4 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
5 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
6 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
7 jam yang lalu
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved