Iran Serukan AS Bebaskan Jurnalisnya yang Ditangkap FBI

Rabu, 16 Januari 2019 - 22:47 WIB
Iran Serukan AS Bebaskan...
Iran Serukan AS Bebaskan Jurnalisnya yang Ditangkap FBI
A A A
TEHERAN - Iran menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk membebaskan segera seorang jurnalisnya kelahiran Amerika ketika bekerja untuk televisi pemerintah berbahasa Inggris. Teheran menuduh Washington memperlakukannya dengan tidak baik di penjara sebagai seorang perempuan Muslim berkulit hitam.

Stasiun televisi berbahasa Inggris milik Iran, Press TV, mengatakan bahwa pembawa acara TV dan film dokumenternya Marzieh Hashemi ditangkap di Bandara Internasional St. Louis Lambert pada hari Minggu dan ditahan di Washington. Dia belum didakwa secara resmi.

Pejabat Biro Investigasi Federal, FBI, tidak segera dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

"Kami mengutuk penangkapan ilegal Marzieh Hashemi, reporter dan presenter Press TV, dan perlakuan tidak manusiawi di penjara di Washington," kata juru bicara kementerian luar negeri Iran Bahram Qasemi seperti dikutip Reuters dari kantor berita negara IRNA, Rabu (16/1/2019).

Press TV mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya bahwa Hashemi seorang ibu dan nenek telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengunjungi anggota keluarganya, termasuk saudara lelakinya, yang menderita kanker.

Dia diizinkan menghubungi putrinya dua hari setelah penangkapannya, kata Press TV.

Menurut Press TV, Hashemi dilahirkan dengan Melanie Franklin di Amerika Serikat dan mengubah namanya setelah masuk Islam.

Dikatakan oleh Press TV bahwa dia telah dicegah dari mengenakan jilbab di penjara, dan hanya ditawari daging babi sebagai makanan yang dilarang dalam Islam.

"Satu-satunya makanan yang dia miliki selama dua hari terakhir adalah paket kerupuk," kata Hashemi seperti dikutip oleh Press TV.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi pengakuan terhadap perlakuannya itu.

"Penangkapan mendadak seorang wanita Muslim Amerika, dan perilaku tidak berperikemanusiaan dan tidak sopan dari petugas federal AS dengan dia adalah contoh yang jelas tentang bagaimana rezim apartheid memperlakukan warganya yang bukan kulit putih," kata Qasemi.

Hashemi telah tinggal di Iran selama lebih dari satu dekade, menurut berbagai media Iran.

Dia telah melaporkan tentang diskriminasi terhadap perempuan, Muslim, dan Afrika-Amerika di Amerika Serikat.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
19 menit yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
1 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
2 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
5 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
6 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved