Penutupan Pemerintahan Berlanjut, Senat AS Batalkan Masa Reses

Rabu, 16 Januari 2019 - 05:36 WIB
Penutupan Pemerintahan...
Penutupan Pemerintahan Berlanjut, Senat AS Batalkan Masa Reses
A A A
WASHINGTON - Senat Amerika Serikat (AS) tidak akan reses minggu depan kecuali pemerintah dibuka kembali. Hal itu dikatakan oleh pemimpin mayoritas Senat, Mitch McConnell.

"Kami tentu tidak akan istirahat minggu depan jika pemerintah masih tutup," kata McConnell kepada wartawan seperti dikutip dari The Hill, Rabu (16/1/2019).

Senat AS saat ini dijadwalkan akan memasuki masa reses pada akhir minggu hingga 28 Januari. Ini berarti mereka akan meniggalkan Washington ketika penutupan pemerintah melewati batas 30 hari.

Sebelumnya, Partai Demokrat yang menguasai DPR juga mengatakan bahwa mereka juga tidak akan meninggalkan Washington minggu depan jika pemerintah masih tutup. Rencana untuk membatalkan masa reses datang karena tidak ada tanda-tanda berakhirnya penutupan pemerintah secepatnya, yang saat ini telah memasuki hari ke-25 dan menjadi penutupan terpanjang dalam sejarah modern AS.

Pembicaraan antara Trump dan kepemimpinan kongres pekan lalu berakhir tanpa menghasilkan apa-apa. Presiden AS Donald Trump melakukan walk out dari pertemuan ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan mempertimbangkan pendanaan tembok perbatasan bahkan jika dia sepenuhnya membuka kembali pemerintah.

Pembicaraan antara kelompok senator moderat dan bipartisan juga menghadapi rintangan awal dengan rekan-rekan mereka ragu mereka dapat mencapai kesepakatan yang akan memecahkan kebuntuan dan memenangkan dukungan Trump.

Pengumuman McConnell bahwa ia akan membatalkan reses Senat, tidak ada kesepakatan pendanaan pemerintah, datang karena ia sudah menghadapi seruan publik untuk tidak membiarkan anggota Senat meninggalkan kota minggu depan.

Senator Tim Kaine mengatakan bahwa dia keberatan dengan masa reses Senat pada akhir minggu jika mereka tidak memiliki kesepakatan.

"Akan sangat keterlaluan bagi Senator untuk meninggalkan kota Rabu ini tanpa memperbaiki kekacauan ini, dan saya keberatan Senat akan memasuki reses kecuali Senator McConnell memberikan suara pada rancangan undang-undang bipartisan yang disahkan DPR untuk dibuka kembali," kata Kaine dalam sebuah pernyataan.

Beberapa Senat dari Partai Republik telah mengisyaratkan mereka percaya mereka harus tetap berada di kota walaupun negosiasi masih macet.

“Saya telah mendorong Pemimpin McConnell untuk membatalkan reses minggu depan, sehingga kami dapat terus bekerja. Kita perlu mengatasi shutdown parsial ini dan terus bekerja pada kebijakan dan program yang penting bagi rakyat Amerika," ujar Senator Iowa dari Partai Republik Joni Ernst dalam sebuah tweet.

"Aku tidak tahu apakah kita akan reses atau tidak. Perasaan saya adalah jika kita masih dalam penutupan, kita seharusnya tidak pergi pada waktu istirahat," ucap Senator Alaska Lisa Murkowski kepada wartawan pada Senin malam.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
30 menit yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
1 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
4 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
6 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved