Solidaritas dengan Pekerja Federal, Legislator AS Tolak Terima Gaji

Sabtu, 12 Januari 2019 - 10:35 WIB
Solidaritas dengan Pekerja...
Solidaritas dengan Pekerja Federal, Legislator AS Tolak Terima Gaji
A A A
WASHINGTON - Beberapa anggota parlemen Amerika Serikat (AS) menolak menerima gaji mereka atau menyumbangkannya untuk amal. Hal itu sebagai bentuk solidaritas kepada mereka yang terkena dampak dari penutupan sebagian pemerintah.

Penutupan pemerintah AS telah memasuki hari ke-21, dan menjadi rekor tersendiri. Buntutnya, lebih dari 800 ribu pekerja federal kehilangan gaji mereka.

Senator Chris Van Hollen adalah satu dari lusinan anggota Kongres yang menolak gajinya sejak penutupan pemerintah dimulai pada 22 Desember.

Ketika ditanya oleh NBC News apakah dia akan menerima gaji selama penutupan saat ini, Van Hollen mengatakan dia ingin diperlakukan seperti pekerja pemerintah lainnya.

"Saya telah menginstruksikan kantor pencairan gaji Senat untuk memperlakukan saya seperti pegawai federal lainnya - setidaknya 800.000 yang tidak dibayar saat ini. Jadi saya tidak akan mendapatkan gaji saya selama periode penutupan pemerintah ini," kata Van Hollen seperti dikutip dari NBC News, Sabtu (12/1/2019).

Setidaknya empat belas anggota parlemen yang menolak atau menyumbangkan gaji mereka adalah anggota baru Kongres, termasuk Dan Crenshaw asal Texas dari Partai Republik.

Dia mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Kamis bahwa dia juga akan menolak gajinya yang mencapai Rp2,4 miliar sampai anggota parlemen dapat mencapai kesepakatan untuk mendanai keamanan perbatasan secara memadai.

Sejumlah anggota parlemen mengatakan mereka akan menyumbangkan gaji mereka untuk tujuan yang layak selama para pekerja federal tidak menerima gaji. Mereka menyerahkan gajinya ke sejumlah lembaga veteran, menyumbang bank makanan, atau ke tempat penampungan tunawisma.

Hingga saat ini, Presiden Donald Trump dan Kongres belum menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri kebuntuan atas dana terkait pembangunan tembok perbatasan. Trump menentang undang-undang yang disahkan oleh DPR, yang dikuasai Demokrat, untuk membuka kembali pemerintah. Sedangkan Senat AS, yang dikuasai Republik, telah menolak untuk mempertimbangkan undang-undang pendanaan pemerintah yang tidak akan ditandatangani oleh presiden.

Namun, Trump mengatakan bahwa ia akan menandatangani undang-undang yang disahkan oleh Kongres yang menjamin pembayaran kembali kepada pekerja federal yang terkena dampak penutupan sebagian. DPR meloloskan langkah pada hari Jumat dengan dukungan bipartisan yang luar biasa, 411 berbanding 7, setelah melewati Senat dengan suara bulat.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
2 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
3 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
4 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
6 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
8 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved