Rusia Investigasi BBC Atas Dugaan Konten Teroris

Jum'at, 11 Januari 2019 - 07:55 WIB
Rusia Investigasi BBC...
Rusia Investigasi BBC Atas Dugaan Konten Teroris
A A A
MOSKOW - Situs BBC berbahasa Rusia tengah diselidiki oleh regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, atas dugaan konten teroris. Roskomnadzor mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki apakah stasiun penyiaran publik asal Inggris itu melanggar undang-undang anti-ekstremisme Rusia yang ketat.

"Saat ini, bahan telah ditemukan yang menyiarkan sikap ideologis organisasi teroris internasional (kutipan dari teroris al-Baghdadi)," kata Roskomnadzor, merujuk pada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

"Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan apakah bahan-bahan ini mematuhi undang-undang anti-ekstremis Rusia," sambungnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (11/1/2019).

Menanggapi tuduhan itu, seorang juru bicara BBC mengatakan kepada CNN: "Sebagai penyiar global, BBC sepenuhnya mematuhi undang-undang dan peraturan setiap negara di mana ia beroperasi, termasuk Rusia, dan kami selalu siap untuk memberikan informasi tambahan tentang liputan kami ketika diminta oleh regulator yang tepat."

Rusia memiliki undang-undang anti-ekstremisme yang menurut para pengamat memiliki potensi kuat untuk meredam pidato politik. Sebagai praktik, organisasi berita Rusia menyebut ISIS sebagai organisasi yang dilarang di Federasi Rusia, disclaimer yang tidak digunakan oleh outlet media asing.

Roskomnadzor pada bulan Desember mengatakan akan membuka penyelidikan atas kepatuhan BBC dengan hukum Rusia setelah regulator media Inggris, Ofcom, memutuskan bahwa jaringan RT milik pemerintah Rusia melanggar aturan imparsialitas terkait keracunan Salisbury.

Ofcom mengatakan, lembaga penyiar Rusia itu gagal mempertahankan "ketidakberpihakan" dalam tujuh program yang ditayangkan setelah keracunan mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal.

Roskomnadzor menggambarkan langkah tersebut pada saat itu sebagai tanggapan yang luar biasa.
(ian)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
22 menit yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
7 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
9 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved