Ledakan Gas Hancurkan Apartemen di Rusia, Puluhan Tewas
Kamis, 03 Januari 2019 - 17:28 WIB
Ledakan Gas Hancurkan Apartemen di Rusia, Puluhan Tewas
A
A
A
MOSKOW - Kementerian Darurat Rusia menuturkan, korban tewas akibat ledakan gas di sebuah apartemen di kota Magnitogorsk, yang berada di bagian barat Rusia, terus bertambah. Jumlah korban saat ini berjumlah 37 orang.
"Korban tewas akibat ledakan gas rumah tangga yang menyebabkan gedung 10 lantai runtuh di Rusia barat daya telah meningkat menjadi 37 orang," kata kementerian itu, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (3/1).
Sementara itu, sebelumnya seorang bayi laki-laki ditemukan selamat setelah 35 jam tertimbun reruntuhan apartemen tersebut. Bayi itu tetap hidup meski suhu saat itu minus 17 derajat Celsius.
Ledakan itu sendiri terjadi saat banyak warga masih tidur. Menteri Kesehatan Rusia, Veronika Skvortsova menyatakan, peluang untuk menemukan korban selamat semakin tipis. Ada sejumlah insiden serupa di Rusia dalam beberapa tahun terakhir akibat infrastruktur yang telah tua dan buruknya regulasi keamanan tentang penggunaan gas.
Sejumlah negara telah menyampaikan duka cita kepada Rusia atas insiden ini. Polandia, Iran, Arab Saudi, dan Latvia adalah sejumlah negara yang menyampaikan ucapan duka cita kepada Moskow.
"Dengan kesedihan yang mendalam, saya telah mengetahui laporan tentang konsekuensi tragis dari ledakan gas di sebuah bangunan perumahan di Magnitogorsk. Atas nama otoritas Republik Polandia, saya menyatakan belasungkawa kepada semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam bencana ini. Polandia ikut kesedihan," kata Presiden Polandia, Andrzej Duda.
"Korban tewas akibat ledakan gas rumah tangga yang menyebabkan gedung 10 lantai runtuh di Rusia barat daya telah meningkat menjadi 37 orang," kata kementerian itu, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (3/1).
Sementara itu, sebelumnya seorang bayi laki-laki ditemukan selamat setelah 35 jam tertimbun reruntuhan apartemen tersebut. Bayi itu tetap hidup meski suhu saat itu minus 17 derajat Celsius.
Ledakan itu sendiri terjadi saat banyak warga masih tidur. Menteri Kesehatan Rusia, Veronika Skvortsova menyatakan, peluang untuk menemukan korban selamat semakin tipis. Ada sejumlah insiden serupa di Rusia dalam beberapa tahun terakhir akibat infrastruktur yang telah tua dan buruknya regulasi keamanan tentang penggunaan gas.
Sejumlah negara telah menyampaikan duka cita kepada Rusia atas insiden ini. Polandia, Iran, Arab Saudi, dan Latvia adalah sejumlah negara yang menyampaikan ucapan duka cita kepada Moskow.
"Dengan kesedihan yang mendalam, saya telah mengetahui laporan tentang konsekuensi tragis dari ledakan gas di sebuah bangunan perumahan di Magnitogorsk. Atas nama otoritas Republik Polandia, saya menyatakan belasungkawa kepada semua orang yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam bencana ini. Polandia ikut kesedihan," kata Presiden Polandia, Andrzej Duda.
(esn)