Trump Ancam Tutup Perbatasan

Sabtu, 29 Desember 2018 - 08:19 WIB
Trump Ancam Tutup Perbatasan
Trump Ancam Tutup Perbatasan
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan selatan di tengah penutupan sebagian pemerintah. Trump melanjutkan desakannya untuk pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko yang telah lama dijanjikan.

"Kami akan dipaksa untuk menutup perbatasan selatan sepenuhnya jika Demokrat yang menjadi penghalang tidak memberi kami uang untuk menyelesaikan Tembok & juga mengubah undang-undang imigrasi konyol yang membebani Negara kita," cuit Trump.

"Kami membangun tembok atau menutup perbatasan selatan," tegas Trump, menuduh Meksiko, Honduras, Guatemala dan El Salvador mengambil keuntungan dari negaranya selama bertahun-tahun seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (29/12/2018).

Sebelumnya pada Kamis sore, Senat AS bertemu secara singkat sebelum akhirnya menunda melanjutkan pertemuan sampai minggu depan. Pertemuan itu tidak menunjukkan tanda-tanda kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang telah berujung penutupan pada seperempat dari pemerintah federal.

Senat akan bersidang pada awal pekan depan hanya untuk sesi pro forma, dan kemudian kembali ke Capitol Hill untuk memperbarui pembahasan anggaran pada hari Rabu, 2 Januari, sehari sebelum Demokrat ditetapkan untuk mengambil kendali DPR.

"Kami akan memilih dengan cepat untuk membuka kembali pemerintahan dan menunjukkan bahwa Demokrat akan memerintah secara bertanggung jawab berbeda dengan Gedung Putih yang kacau ini," kata politisi Demokrat Nancy Pelosi, Ketua DPR yang akan datang, dalam sebuah pernyataan.

Dalam tweet sebelumnya, Trump menuduh Demokrat menentang dinding perbatasannya hanya untuk kepentingan politik.

"Ini hanya tentang Demokrat yang tidak membiarkan Donald Trump & Partai Republik menang," katanya.

Penutupan pemerintah, yang saat ini memasuki hari ketujuh, telah mempengaruhi sembilan agen federal, memaksa sekitar 420 ribu karyawan federal, yang dianggap penting, untuk bekerja tanpa bayaran, sementara 380 ribu lainnya diperkirakan akan mengambil cuti yang tidak dibayar.

Trump sendiri telah membatalkan rencana Tahun Barunya untuk tinggal di Washington sampai kesepakatan tentang pendanaan tembok perbatasan tercapai, kata Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
6 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
7 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
9 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
10 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
10 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
12 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved