Israel Bersumpah Gagalkan Upaya Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Jum'at, 28 Desember 2018 - 08:32 WIB
Israel Bersumpah Gagalkan...
Israel Bersumpah Gagalkan Upaya Palestina Jadi Anggota Penuh PBB
A A A
NEW YORK - Israel bersumpah akan bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk menggagalkan permintaan Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Ini adalah sebuah langkah yang akan memberi pengakuan internasional tentang statsu kenegaraan Palestina.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina Riyad al-Maliki mengatakan bahwa bulan depan ia akan mengajukan permintaan ke Dewan Keamanan untuk keanggotaan penuh PBB. Demikian laporan kantor berita resmi Palestina, Wafa.

"Kami sedang bersiap untuk menghentikan inisiatif (Palestina)," kata duta besar Israel untuk PBB Danny Danon dalam sebuah pernyataan.

"Palestina membayar para teroris dan mendorong kekerasan namun berupaya untuk menjadi negara anggota PBB," sambungnya seperti dilansir dari AFP, Jumat (28/12/2018).

Danon menuduh para pemimpin Palestina terlibat dalam kebijakan destruktif yang telah mendorong serangan teror baru-baru ini dan mengatakan dia bersiap untuk memblokir inisiatif itu bekerja sama dengan delegasi Amerika Serikat.

Setiap langkah Palestina untuk mencari keanggotaan penuh PBB akan menghadapi veto dari Amerika Serikat di Dewan Keamanan, kata para diplomat.

Di bawah peraturan PBB, Majelis Umum harus menyetujui setiap permintaan untuk menjadi negara anggota PBB, tetapi harus terlebih dahulu diajukan ke Dewan Keamanan.

Untuk memenangkan persetujuan dewan, Palestina harus mendapatkan sembilan suara dari 15 anggota dan tidak ada veto dari salah satu dari lima anggota tetap: Inggris, Prancis, China, Rusia dan Amerika Serikat.

Menteri luar negeri Palestina mengatakan dia berencana untuk melakukan perjalanan ke New York bulan depan untuk secara pribadi mengajukan permintaan. Masih belum jelas apakah inisiatif ini akan dengan cepat berujung voting di Dewan Keamanan.

Para diplomat PBB mengatakan langkah Palestina untuk mencari keanggotaan penuh PBB datang ketika Afrika Selatan dan Indonesia, dua pendukung kuat Palestina, ditetapkan untuk mengambil kursi sebagai anggota Dewan Keamanan tidak tetap.

Sementara Dewan Keamanan dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bulanan tentang konflik Israel-Palestina pada 22 Januari.

Palestina diberi status negara pengamat non-anggota PBB pada 2012, sebuah keputusan yang diambil oleh Majelis Umum di mana tidak ada negara anggota yang memegang kekuasaan veto.

Amerika Serikat menentang resolusi itu, sejalan dengan pandangannya sejak lama bahwa seharusnya tidak ada pengakuan internasional untuk Palestina sampai kemajuan dicapai dalam upaya perdamaian dengan Israel.

Pandangan itu telah mengeras di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, yang telah memotong bantuan kepada Palestina dan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mengesampingkan klaim Palestina atas Yerusalem Timur.

Dimintai komentarnya, misi AS untuk PBB mengatakan tidak dapat menanggapi karena penutupan pemerintah AS.

Pemerintahan Trump sedang bersiap untuk meluncurkan, mungkin pada awal 2019, proposal perdamaiannya yang banyak ditunggu-tunggu untuk Timur Tengah - meskipun pemilu Israel yang dijadwalkan pada bulan April sekali lagi dapat menunda rencana itu.

Sekitar 137 negara dari 193 negara anggota PBB mengakui beberapa bentuk kenegaraan Palestina.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
6 Juta Warga Palestina...
6 Juta Warga Palestina Mengungsi di Lebanon, Suriah, Yordania, dan Tepi Barat
Israel Bebaskan 33 Tahanan...
Israel Bebaskan 33 Tahanan Palestina
Serangan Israel ke Jalur...
Serangan Israel ke Jalur Gaza Tewaskan 24 Warga Sipil
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
10 menit yang lalu
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
30 menit yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
2 jam yang lalu
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
4 jam yang lalu
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
5 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO yang Halangi...
Negara NATO yang Halangi Kemenangan Israel dari Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved