Kembang Api Dilarang demi Jaga Kebersihan Udara

Kamis, 27 Desember 2018 - 12:47 WIB
Kembang Api Dilarang...
Kembang Api Dilarang demi Jaga Kebersihan Udara
A A A
BERLIN - Tahun baru selalu identik dengan kembang api. Namun, organisasi non-pemerintah Aksi Lingkungan Jerman (Deutsche Umwelthilfe/ DUH) mendesak warga setempat agar tidak menggunakan bahan peledak piroteknik itu demi menjaga kualitas udara yang kian memburuk setelah tercemar polusi kendaraan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kembang api tidak dapat dipasarkan secara bebas di toko-toko di Jerman dan hanya dapat digunakan jika memiliki izin khusus. Namun, sejumlah orang tetap menjualnya, terutama tiga hari sebelum tahun baru. Produk yang diperjualbelikan meliputi catherine wheel hingga lilin Roma.

Seperti dilansir dw.com, tidak seperti di Hong Kong atau Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirates Arab (UEA), penggunaan kembang api di Jerman biasanya dilakukan secara mendadak dan informal. Orang-orang membelinya ketika mendekati malam pergantian tahun. Mereka akan pergi keluar untuk menyalakan lilin Roma.

Namun, DHU meminta agar masyarakat lokal tidak menyalakan kembang api di tengah perjuangan pembersihan polusi udara. DHU juga merekomendasikan larangan langsung terhadap kembang api dan petasan yang menggunakan bubuk mesiu ketimbang mencari subtitusi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. “Para profesional yang menggunakan sistem peluncuran lebih bersih harus menampilkan kembang api yang dapat dinikmati semua orang,” kata Eksekutif DUH Jurgen Resch.

DUH merupakan organisasi yang paling vokal melawan pencemaran udara. Sebelumnya, mereka menuntut pelarangan mobil dengan mesin diesel.

DUH menyatakan dalam satu malam tahun baru saja, sebanyak 5.000 ton partikel menyebar di atas atmosfir Jerman. Angka itu setara dengan 17% total emisi partikel dari lalu lintas kendaraan dalam setahun.

Tingkat konsentrasi partikel juga dapat meningkat dan melampaui batas 50 mikrogram per kubik. Selama tahun baru sebelumnya, lembaga lingkungan federal Jerman menyatakan tingkat konsentrasi partikel di Lepzig, Saxony, mencapai 1.800 mikrogram per kubik sesaat setelah perayaan kembang api.

Di Muenchen, sample yang diambil per jam pada malam tahun baru selalu melampaui 1.000 mikrogram per kubik. “Kembang api jelas mencemari udara dan dapat memperburuk orang-orang yang mengidap asma, ibu hamil, dan anak-anak,” ungkap DUH.

Beberapa kota di Jerman juga ada yang sudah melarang kembang api tradisional. Sejumlah wilayah bahkan mengaturnya secara ketat atas nama perlindungan lingkungan sekitar. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
27 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved