Bubarkan Parlemen, Israel Gelar Pemilu Dini pada April

Senin, 24 Desember 2018 - 23:14 WIB
Bubarkan Parlemen, Israel...
Bubarkan Parlemen, Israel Gelar Pemilu Dini pada April
A A A
TEL AVIV - Juru bicara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel akan mengadakan pemilihan umum (pemilu) dini pada bulan April mendatang, Pemilu ini digelar setelah anggota koalisi pemerintahan Netanyahu bertemu untuk membahas perbedaan mengenai undang-undang.

"Para pemimpin koalisi memutuskan dengan suara bulat untuk membubarkan parlemen dan menggelar pemilu pada awal April," tulis juru bicara itu di Twitter, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (24/12).

Krisis koalisi atas undang-undang wajib militer yang memengaruhi pembebasan dari layanan wajib bagi pria Yahudi ultra-Ortodoks menyebabkan keputusan tersebut.

Netanyahu, yang sekarang dalam masa jabatan keempat sebagai Perdana Menteri, telah memerintah dengan mayoritas tipis 61 kursi di 120 anggota parlemen. Dia mengepalai partai sayap kanan, Likud.

Di bawah hukum Israel, pemilu harusnya diadakan pada November 2019. Pemerintah Netanyahu akan tetap di tempatnya sampai Perdana Menteri dan pemerintah Isral yang baru disumpah.

Netanyahu saat ini tengah berada dalam sorotan, setelah serangkaian penyelidikan korupsi terhadap Netanyahu dan keputusan yang menunggu oleh Jaksa Agung Israel tentang apakah akan mengikuti rekomendasi polisi untuk mendakwanya.

Pemimpin Israel berusia 69 tahun itu tidak memberikan komentar segera setelah pertemuannya dengan para pemimpin koalisi. Meski sedang berada dalam penyelidikan atas karus korupsi, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan popularitas Netanyahu tetap kuat di kalangan warga Israel.

Kemungkinan pemilihan awal sendiri meningkat pada November setelah Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mundur dari pemerintah, meninggalkan koalisi yang berkuasa dengan mayoritas satu kursi.

Tidak ada seorang pun di partai Likud yang telah membuat tantangan publik terhadap Netanyahu, dan partai itu diharapkan untuk akan memperkuat barisan dalam mendukung Netanyahu dalam pemilu mendatang.

Di luar Likud, Yair Lapid, pemimpin partai oposisi Yesh Atid yang berhaluan tengah, dipandang sebagai kandidat terkuat untuk menumbangkan Netanyahu dalam pemilu April. Partai Lapid berada dalam posisi kedua setelah Likud dalam jajak pendapat di Israel.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
30 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved