Indonesia Disebut Minta Maaf soal Penahanan 5 Warga Malaysia

Senin, 24 Desember 2018 - 15:39 WIB
Indonesia Disebut Minta...
Indonesia Disebut Minta Maaf soal Penahanan 5 Warga Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menyebut pemerintah Indonesia telah meminta maaf setelah militernya menahan lima warga Malaysia di dekat perbatasan Sarawak-Kalimantan. Penahanan lima warga atas tuduhan mencuri kayu.

Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Marzuki Yahya, seperti dikutip New Straits Times, semalam (23/12/2018), mengatakan pemerintah Indonesia telah mengakui bahwa tentaranya salah.

"Kami (pemerintah Malaysia) telah mengambil tindakan tegas terhadap apa yang terjadi ketika kami mengirim nota protes mengenai masalah ini," katanya.

“Indonesia telah mengakui kesalahan mereka dan mereka menyambut pengingat kami untuk memastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi," ujarnya.

Wakil menteri itu menambahkan bahwa pemerintah Malaysia menghargai tanggapan positif Indonesia mengenai masalah ini.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan kerja sama militer bilateral tidak akan terancam rusak oleh insiden itu.

"Insiden itu tidak berpengaruh pada hubungan kita. Hubungan kami dengan Indonesia dekat. Semua masalah bisa diselesaikan di meja perundingan," katanya.

Jumat lalu, Malaysia mengirim nota protes ke Jakarta. Nota protes itu berisi kecaman penganiayaan dan penahanan warganya oleh pasukan keamanan Indonesia.

Pada 12 Desember, polisi Sarawak menerima laporan terkait dugaan penculikan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di hutan Wong Rangkai dekat perbatasan Sarawak-Kalimantan.

Kelima warga, berusia antara 15 hingga 64 tahun, sedang memanen kayu di sebuah hutan yang berjarak 400 meter dari perbatasan pada 11 Desember.

Para penebang dilaporkan ditahan oleh beberapa pria bersenjata yang mengenakan seragam militer.

Mereka dipaksa untuk berkendara melintasi perbatasan Kalimantan ke pos komando Indonesia di Sungei Enteli. Kelima orang itu telah dibebaskan melalui negosiasi.

Komisioner polisi Malaysia Azman Yusof mengatakan pihak berwenang sekarang menunggu laporan investigasi yang dilakukan oleh Sarawak Land and Survey Department.

"Temuan ini untuk memastikan apakah kelima orang ini telah melakukan kegiatan penebangan pohon di sisi perbatasan Malaysia atau Indonesia dan diperkirakan akan diketahui dalam beberapa hari ke depan," katanya kepada Bernama.
(mas)
Berita Terkait
8 Budaya Indonesia Pernah...
8 Budaya Indonesia Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik hingga Wayang Kulit
6 Budaya Indonesia yang...
6 Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik, Rendang hingga Reog Ponorogo
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Mengapa Lagu Indonesia...
Mengapa Lagu Indonesia Sangat Populer di Malaysia, namun Tidak Berlaku Sebaliknya?
Malaysia Larang Masuk...
Malaysia Larang Masuk WNI Pemegang Visa Jangka Panjang
WNI Pemegang Visa Jangka...
WNI Pemegang Visa Jangka Panjang Dilarang Masuk, Kemlu Panggil Dubes Malaysia
Berita Terkini
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
6 menit yang lalu
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
30 menit yang lalu
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
4 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
4 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
7 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved