Macron Sesali Keputusan Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah

Senin, 24 Desember 2018 - 14:30 WIB
Macron Sesali Keputusan...
Macron Sesali Keputusan Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah
A A A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyesalkan keputusan rekannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang memutuskan menarik pasukannya dari Suriah.Menurutnya, keputusan seperti itu tidak sesuai dengan prinsip sekutu yang semestinya dapat diandalkan dan bertempur saling bahu-membahu.
"Saya sangat menyesali keputusan (Trump) yang dibuat di Suriah," kata Macron pada hari Minggu, dalam konferensi pers di tengah kunjungannya ke Chad.

Awal pekan ini, Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik seluruh pasukan AS yang berjumlah sekitar 2.000 personel dari negara Bashar al-Assad. Alasannya, kelompok Islamic State (ISIS) sudah dikalahkan.

"Menjadi sekutu adalah bertempur bahu-membahu. Itu hal yang paling penting bagi kepala negara dan kepala militer," kata Macron. "Seorang sekutu harus bisa diandalkan," ujarnya.

Presiden Prancis itu lantas memuji Menteri Pertahanan AS James Mattis memilih mengundirkan diri karena tidak setuju dengan keputusan Trump.

"Saya ingin di sini untuk memberikan penghormatan kepada Jenderal Mattis dan komentar yang menyertai keputusannya, selama setahun kami telah melihat bagaimana dia adalah mitra yang dapat diandalkan," puji Macron, seperti dilansir Reuters, Senin (24/12/2018).

Macron menegaskan, Prancis akan melanjutkan operasi militernya di Suriah dan mendukung milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Analis dan pendiri 21st Century Wire, Patrick Henningsen, menyebut reaksi Macron terhadap langkah Trump tak terduga, karena Paris membutuhkan kehadiran Washington untuk tetap berada di kawasan Suriah.

"Di satu sisi Macron ingin menunjukkan Prancis sebagai aktor negara yang independen dengan kemampuan pengambilan keputusannya sendiri yang independen, terutama yang berkaitan dengan keamanan," kata Henningsen."Tetapi kenyataannya ada di sini, dia ingin AS tetap berpihak pada apa yang disebut upaya koalisi di Timur Tengah," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Berita Terkini
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
2 menit yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
58 menit yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
1 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
3 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
3 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved