Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah, Putin Semringah

Kamis, 20 Desember 2018 - 23:13 WIB
Trump Tarik Pasukan...
Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah, Putin Semringah
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah. Ia menambahkan bahwa sejak awal seharusnya pasukan AS seharusnya tidak ada di Suriah.

Berbicara pada konferensi pers, Putin mengatakan ia setuju dengan Presiden AS Donald Trump bahwa kelompok Negara Islam atau IS telah kalah. Ini membuat kehadiran pasukan AS di Suriah sudah tidak diperlukan lagi.

"Saya setuju dengan presiden AS, kami telah membuat kemajuan signifikan dalam memerangi terorisme di wilayah itu dan memberikan pukulan serius kepada IS di Suriah," kata pemimpin Rusia tersebut seperti dikutip dari AP, Kamis (20/12/2018).

Ia mencatat bahwa masih ada bahaya bahwa para militan bisa pindah ke negara asal mereka.

“Donald benar tentang itu, saya setuju dengannya,” tambah Putin.

Ia juga mencatat bahwa Rusia telah mendukung upaya yang ditujukan pada penyelesaian politik di Suriah, termasuk pembicaraan tentang pembentukan komite untuk menyusun konstitusi baru bangsa itu. Putin berharap hal itu bisa terbentuk di hari-hari penutupan tahun ini atau di awal 2019.

"Ini akan menandai dimulainya fase baru - yaitu penyelesaian politik," kata Putin, menambahkan itu akan berarti bahwa tidak perlu kehadiran AS.

"Apakah kehadiran pasukan Amerika perlu?" katanya. "Tidak, saya kira tidak," tegasnya.

Presiden Rusia mengulangi argumen lama yang dipegang Moskow bahwa kehadiran AS di Suriah sejak awal melanggar hukum, tidak seperti penempatan Rusia yang dilakukan atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Rusia telah melancarkan kampanye udara di Suriah sejak September 2015. Hal itu mengubah jalannya perang bagi keuntungan Assad dan membantu pasukannya merebut kembali kendali atas sebagian besar wilayah negara itu.

Pasukan AS telah hadir di timur laut dan tenggara Suriah, tempat mereka membantu melatih pemberontak Suriah yang memerangi IS.

“Jangan lupa bahwa kehadiran pasukan (AS) tidak sah. Itu belum diperiksa oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” cetus Putin.

“Kontingen militer hanya dapat hadir atas persetujuan Dewan Keamanan atau dengan permintaan pemerintah Suriah. Tidak ada keduanya, jadi jika Amerika Serikat memutuskan untuk menarik kontingennya, mereka melakukan hal yang benar,” tegasnya.

Putin menambahkan dengan nada skeptis bahwa penarikan itu masih harus dilihat bahwa AS akan menarik pasukannya sepenuhnya.

"AS telah berada di Afghanistan selama 17 tahun, dan mereka terus mengatakan setiap tahun bahwa mereka akan menarik pasukan mereka keluar," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Donald Trump dan Vladimir...
Donald Trump dan Vladimir Putin Akan Bertemu di Arab Saudi
Donald Trump: AS Harusnya...
Donald Trump: AS Harusnya Tak Terlalu Mengkhawatirkan Putin
Trump-Putin Lakukan...
Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas
Donald Trump Tolak Sebut...
Donald Trump Tolak Sebut Vladimir Putin Diktator
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
16 menit yang lalu
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
2 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
3 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
5 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
5 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved