Pemerintah Inggris Siapkan Brexit Tanpa Kesepakatan

Rabu, 19 Desember 2018 - 10:29 WIB
Pemerintah Inggris Siapkan...
Pemerintah Inggris Siapkan Brexit Tanpa Kesepakatan
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May dan kabinetnya meningkatkan persiapan untuk Brexit tanpa kesepakatan. Kondisi ini tampaknya akan terjadi karena parlemen diperkirakan akan menolak kesepakatan Brexit yang telah dibuat May bersama Uni Eropa (UE).Dengan hanya tersisa 100 hari hingga Inggris meninggalkan UE (Brexit), May belum mendapat dukungan dari parlemen atas kesepakatan yang telah dibuat bulan lalu dengan Brussels untuk mempertahankan hubungan dekat dengan UE.
May menjelaskan, voting yang sempat ditunda di parlemen akan digelar pada pertengahan Januari. Beberapa anggota parlemen menuduhnya sedang mencoba memaksa parlemen mendukung kesepakatan itu dengan menggelar voting mendekati batas waktu keluar UE pada 29 Maret.

PM Inggris telah selamat dari voting mosi tidak percaya di Partai Konservatif. Diapun memperingatkan anggota parlemen bahwa alternatif lain adalah keluar UE tanpa kesepakatan atau tanpa Brexit.

”Kami akan membahas rencana tanpa kesepakatan hari ini,” papar Menteri Pembangunan Internasional Inggris Penny Mordaunt pada para jurnalis, dilansir Reuters.

Mordaunt menjelaskan, ”Sangat tepat bahwa kita melangkah ke rencana tanpa kesepakatan sekarang. Tidak hanya karena kita perlu menyiapkan negara ini, tapi juga cara terbaik bahwa kita akan menjamin bahwa kita mendapat kesepakatan.”

Bulan ini Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menyatakan, dia telah mengucurkan lebih dari 4,2 miliar poundsterling untuk rencana Brexit sejak referendum 2016 dan akan mengalokasikan lagi 2 miliar poundsterling untuk berbagai departemen pemerintahan.

Juru bicara May menyatakan, langkah itu akan dilakukan segera. Ekonomi Inggris telah melemah sejak voting referendum 2016 yang memenangkan para pendukung Brexit. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa dunia bisnis dan konsumen akan memperoleh akses bebas tarif untuk barang-barang dari Eropa setelah Brexit.

Kamar Dagang Inggris memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini dan 2019 akan berada pada level terlemah sejak Inggris bangkit dari resesi pada 2009, lantaran bekunya investasi bisnis dan lemahnya permintaan konsumen menjelang Brexit.

Parlemen juga mengalami kebuntuan terkait kesepakatan Brexit. Sejumlah faksi memiliki pendapat berbeda untuk hubungan masa depan antara UE dan Inggris, baik itu keluar UE tanpa kesepakatan atau tetap di dalam UE. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
1 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
2 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved