Malaysia: Australia Hina Warga Palestina

Minggu, 16 Desember 2018 - 13:27 WIB
Malaysia: Australia...
Malaysia: Australia Hina Warga Palestina
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysia mengecam keputusan Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel. Malaysia menggambarkan keputusan itu sebagai penghinaan terhadap warga Palestina dan perjuangan mereka untuk sebuah tanah air.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia, Kuala Lumpur mengatakan keputusan Canberra tersebut terlalu dini.

"Malaysia sangat menentang keputusan pemerintah Australia untuk mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia.

"Malaysia dengan tegas percaya bahwa pengumuman ini, yang dibuat sebelum penyelesaian solusi dua negara, adalah prematur dan penghinaan terhadap Palestina dan perjuangan mereka untuk hak menentukan nasib sendiri," sambung pernyataan itu.

"Malaysia menegaskan kembali posisi jangka panjang bahwa solusi dua negara, di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan dalam damai, adalah satu-satunya solusi yang layak untuk konflik Palestina-Israel. Malaysia akan terus bekerja sama dengan semua mitra untuk menemukan solusi yang adil, komprehensif dan abadi untuk konflik," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Minggu (16/12/2018).

Komentar itu muncul sehari setelah Perdana Menteri Scott Morrison secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel sementara juga mengakui aspirasi Palestina untuk mendirikan sebuah negara terpisah dengan Ibukotanya di Yerusalem Timur.
Pada bulan November, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan setelah bertemu dengan Morrison di Singapura: "Saya menunjukkan bahwa dalam menangani terorisme, kita harus mengetahui penyebabnya".

"Menambah penyebab terorisme tidak akan membantu, saya menunjukkan itu," katanya, mengacu pada proposal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem.

Baca: Mahathir: Australia Pindahkan Kedutaan di Israel Picu Terorisme

Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, Morrison menolak untuk memindahkan kedutaan Australia ke Yerusalem segera mungkin dan malah mengatakan akan ditunda sampai solusi dua negara disetujui, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Sebagai gantinya, sebuah kantor perdagangan dan pertahanan akan didirikan di Yerusalem Barat.
(ian)
Berita Terkait
Langka, Mantan Dubes...
Langka, Mantan Dubes Israel Desak Australia Akui Negara Palestina
Pria Malaysia Ditangkap...
Pria Malaysia Ditangkap karena Dukung Hubungan Diplomatik dengan Israel
Bantah Klaim Menteri...
Bantah Klaim Menteri Israel, Malaysia: Kami Teguh Dukung Perjuangan Palestina
Australia Akhirnya Bersiap...
Australia Akhirnya Bersiap Akui Negara Palestina
Mengejutkan, Australia...
Mengejutkan, Australia Akan Batalkan Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
37 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved