Bersitegang dengan Rusia, UE Suarakan Dukungannya untuk Ukraina
Jum'at, 14 Desember 2018 - 16:02 WIB
Bersitegang dengan Rusia, UE Suarakan Dukungannya untuk Ukraina
A
A
A
BRUSSELS - Dewan Eropa menyuarakan dukungannya untuk Ukraina terkait ketegangannya dengan Rusia di Selat Kerch dan Laut Azov. Namun badan itu tidak mengumumkan tindakan lebih lanjut terhadap Rusia.
Para kepala negara dan pemerintah Uni Eropa (UE) bertemu pada hari Kamis, hari pertama pertemuan dua hari mereka, di Brussels, Belgia. Kesimpulan dari pertemuan hari pertama yang membahas kebuntuan antara Rusia dan Ukraina, dan menghubungkan tindakan Rusia dengan pelanggaran hukum internasional.
"Tidak ada pembenaran untuk penggunaan kekuatan militer oleh Rusia," kata Dewan Eropa, menuntut pembebasan segera semua pelaut Ukraina yang ditahan, pengembalian kapal-kapal yang disita dan kebebasan berlayar semua kapal melalui Selat Kerch yang mengontrol akses ke Laut Azov dekat Crimea.
"Uni Eropa siap untuk mengadopsi langkah-langkah untuk memperkuat lebih lanjut dukungannya, khususnya mendukung daerah-daerah yang terkena dampak dari Ukraina," kata Dewan Eropa lagi seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (14/12/2018).
Pada hari Rabu, Parlemen Eropa mengadopsi resolusi non-tuntutan di Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk memperkenalkan sanksi yang ditargetkan terhadap Rusia jika tentara Ukraina tidak dibebaskan dan jika ada eskalasi militer lebih lanjut.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah meningkat sejak bulan lalu ketika Rusia menyita tiga kapal Ukraina di dekat Selat Kerch. Moskow mengatakan kapal Ukraina melanggar perbatasannya.
Sementara dari sisi Ukraina menyebut tindakan Rusia sebagai tindakan agresi dan memberlakukan darurat militer di daerah-daerah tertentu di negara itu selama 30 hari mulai 28 November.
Para kepala negara dan pemerintah Uni Eropa (UE) bertemu pada hari Kamis, hari pertama pertemuan dua hari mereka, di Brussels, Belgia. Kesimpulan dari pertemuan hari pertama yang membahas kebuntuan antara Rusia dan Ukraina, dan menghubungkan tindakan Rusia dengan pelanggaran hukum internasional.
"Tidak ada pembenaran untuk penggunaan kekuatan militer oleh Rusia," kata Dewan Eropa, menuntut pembebasan segera semua pelaut Ukraina yang ditahan, pengembalian kapal-kapal yang disita dan kebebasan berlayar semua kapal melalui Selat Kerch yang mengontrol akses ke Laut Azov dekat Crimea.
"Uni Eropa siap untuk mengadopsi langkah-langkah untuk memperkuat lebih lanjut dukungannya, khususnya mendukung daerah-daerah yang terkena dampak dari Ukraina," kata Dewan Eropa lagi seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (14/12/2018).
Pada hari Rabu, Parlemen Eropa mengadopsi resolusi non-tuntutan di Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk memperkenalkan sanksi yang ditargetkan terhadap Rusia jika tentara Ukraina tidak dibebaskan dan jika ada eskalasi militer lebih lanjut.
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah meningkat sejak bulan lalu ketika Rusia menyita tiga kapal Ukraina di dekat Selat Kerch. Moskow mengatakan kapal Ukraina melanggar perbatasannya.
Sementara dari sisi Ukraina menyebut tindakan Rusia sebagai tindakan agresi dan memberlakukan darurat militer di daerah-daerah tertentu di negara itu selama 30 hari mulai 28 November.
(ian)