Sepaham dengan Inggris, Belgia: Rusia Lebih Berbahaya dari Terorisme

Senin, 10 Desember 2018 - 21:39 WIB
Sepaham dengan Inggris,...
Sepaham dengan Inggris, Belgia: Rusia Lebih Berbahaya dari Terorisme
A A A
BRUSSELS - Belgia mengaku setuju dengan pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer Inggris, Mark Carleton-Smith, bahwa Rusia telah menunjukan ancaman yang lebih besar dibanding dengan terorisme.

Kepala Divisi Operasi Staf Pertahanan Belgia, Jenderal Carl Gillis menuturkan, Brussels benar-benar setuju dengan sentimen Inggris, bahwa Rusia adalah ancaman yang lebih besar dibanding dengan kelompok teroris.

"Selain itu, pengamatan yang sama dilakukan minggu lalu di Roma, begitu banyak (ancaman dari Rusia) sehingga kami tidak menyebutkan terorisme. Sebaliknya, Rusia telah kembali ke semua analisis kami," kata Gillis, seperti dilansir Sputnik pada Senin (10/12).

Menurut pria yang bertanggung jawab atas semua operasi militer Belgia di luar negeri, pada akhir bulan lalu, ia dan pejabat pertahanan anggota NATO mengadakan diskusi selama dua hari dengan seorang penasehat politik Presiden Rusia, Vladimir Putin di Sekolah Pertahanan NATO di Roma,

Dia menyebut, pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya seharusnya membuat "jelas" bagi aliansi Barat bahwa Rusia bermaksud untuk menegaskan kembali dirinya sebagai kekuatan besar di kancah internasional.

Gillis mengatakan bahwa untuk mencapai hal ini, Rusia beralih ke Asia, di mana Moskow berusaha membangun aliansi ekonomi, politik, dan militer dengan negara-negara seperti China dan Jepang.

"Di sisi lain, Rusia menganggap bahwa kita telah memasuki tatanan dunia multipolar pasca-Amerika dan, dengan demikian, tidak lagi menerima apa yang mereka sebut perintah Amerika Serikat (AS). Rusia ingin membangun kembali pengaruh mereka dalam apa yang dulunya adalah zona penyangga di sepanjang perbatasan mereka," ucapnya.

"Rusia sedang mencoba melemahkan kohesi Uni Eropa dan NATO untuk melemahkan kita," ungkapnya dan mencatat bahwa Moskow melakukan ini dengan menggunakan cara "hibrida", termasuk bermain pada isu-isu seperti Brexit dan ketegangan antara Washington dan Sekutu Eropa.

Pada saat yang sama, menurut Gillis, Rusia berusaha untuk memastikan stabilitas dan keamanan di wilayahnya sendiri, termasuk keamanan perbatasan, serta rasa hormat. "Rusia ingin, dengan segala cara, untuk dihormati lagi," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Jelang Laga Kontra Rusia,...
Jelang Laga Kontra Rusia, Belgia Diunggulkan
Diadili Belgia, Diplomat...
Diadili Belgia, Diplomat Iran Peringatkan Aksi Balasan
Fellaini Diminta Ikuti...
Fellaini Diminta Ikuti Axel Witsel Selamatkan Eks Klubnya Terlempar ke Amatir
Dua Jet Su-27 Rusia...
Dua Jet Su-27 Rusia Cegat Pesawat Tempur F-16 Milik Belgia
Setelah Berabad-abad,...
Setelah Berabad-abad, Biarawati Belgia Akhirnya Produksi Bir
Berencana Membom Unjuk...
Berencana Membom Unjuk Rasa Oposisi, Diplomat Iran Terancam Penjara 20 Tahun
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
28 menit yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
3 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
4 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
5 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved