Soal Terowongan Hizbullah, Lebanon Sebut Israel Tak Punya Bukti

Kamis, 06 Desember 2018 - 04:31 WIB
Soal Terowongan Hizbullah,...
Soal Terowongan Hizbullah, Lebanon Sebut Israel Tak Punya Bukti
A A A
BEIRUT - Ketua Parlemen Lebanon mengatakan Israel tidak menunjukkan bukti untuk membenarkan tudingannya bahwa jaringan terowongan telah dibangun oleh Hizbullah di perbatasan kedua negara selama pertemuan tripartit dengan pasukan perdamaian PBB.

Nabih Berri mengatakan Israel tidak menawarkan koordinat atau informasi tentang terowongan selama pertemuan mingguan reguler, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.

Militer Israel menolak berkomentar tentang rincian apa yang dibagikan pada pertemuan tersebut.

Menurut IDF, terowongan itu berasal dari desa Lebanon, Kafr Kila, dekat perbatasan Israel, dan panjangnya sekitar 200 meter. Terowongan itu digali sekitar 25 meter di bawah tanah dan kira-kira mempunyai tinggi dua meter dengan lebar dua meter, yang dengan mudah akan membuatnya cukup besar untuk infanteri bersenjata berat melewatinya.

Pertemuan tripartit itu diadakan di perbatasan Rosh Hanikra di dekat kota Lebanon Naqoura di mana UNIFIL memiliki kantor pusatnya. UNIFIL mengadakan pembicaraan tatap muka secara teratur antara pejabat militer Israel dan Lebanon.

Berri sebelumnya mempertanyakan keaslian klaim IDF tentang serangan terowongan yang mengarah ke wilayah Israel.

"Kisah Israel tentang keberadaan terowongan di Kafr Kila dipertanyakan," kata Berri menurut laporan dari surat kabar harian al-Joumhouria Lebanon.

"Libanon meminta diberikan koordinat yang menentukan lokasi terowongan ini dan validitas klaim Israel tentang keberadaannya," imbuhnya seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (6/12/2018).

“Bagaimanapun, jika Israel ingin menggali di wilayah yang didudukinya, Israel dapat melakukan apa yang diinginkan dan menggali sebanyak yang diinginkan. Jika ingin memperluas dengan menggali ke wilayah Lebanon, itu adalah masalah lain,” cetusnya.

Sementara itu misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, mengatakan akan mengirim tim ke Israel untuk "memastikan fakta," sehari setelah Israel melancarkan operasi terbuka untuk menemukan dan menghancurkan apa yang dikatakannya terowongan lintas-perbatasan. Terowongan itu direncanakan digunakan oleh Hizbullah untuk menyerang negara Zionis tersebut dan mungkin meluncurkan perang skala penuh.

Tim penjaga perdamaian menyerukan akses penuh ke semua lokasi di sepanjang perbatasan.

Sedangkan Duta besar AS untuk Libanon Elizabeth Holzhall Richard menelepon Berri untuk berbicara tentang situasi perbatasan tetapi mempertahankan sikap resmi Washington dalam mendukung operasi Israel

Hizbullah sendiri tetap bungkam tentang terowongan itu.

IDF mengatakan terowongan yang ditemukan Selasa, yang diperpanjang sekitar 40 meter ke Israel, adalah pertama dari banyak terowongan serangan yang digali oleh Hizbullah di perbatasan yang ditemukan sebagai bagian dari operasi yang baru diluncurkan, yang dikenal sebagai Northern Shield.

Baca: Militer Israel Luncurkan Operasi untuk Hancurkan Terowongan Hizbullah
(ian)
Berita Terkait
Hizbullah Bantai 12...
Hizbullah Bantai 12 Tentara Israel
Warga di Perbatasan...
Warga di Perbatasan Lebanon Menyisir Puing Bangunan akibat Serangan Israel
20 Warga dan 150 Anggota...
20 Warga dan 150 Anggota Hizbullah di Lebanon Tewas akibat Serangan Israel
Hizbullah Hancurkan...
Hizbullah Hancurkan Pabrik Senjata Rafael di Israel
Hizbullah Siap Hadapi...
Hizbullah Siap Hadapi Apapun Skenario Militer Israel
Gencatan Senjata Terwujud,...
Gencatan Senjata Terwujud, Hizbullah Deklarasikan Kemenangan
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
1 jam yang lalu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
1 jam yang lalu
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
2 jam yang lalu
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
3 jam yang lalu
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 jam yang lalu
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved