Tiga Batu asal Bulan Dijual Rp12,6 Miliar di New York

Senin, 03 Desember 2018 - 11:49 WIB
Tiga Batu asal Bulan...
Tiga Batu asal Bulan Dijual Rp12,6 Miliar di New York
A A A
NEW YORK - Tiga batu asal Bulan yang dibawa ke Bumi hampir setengah abad lalu dijual seharga USD855.000 (lebih dari Rp12,6 miliar) di New York. Rumah lelang Sotheby telah mengonfirmasi penjualan ketiga batu tersebut.

Lelang berlangsung hari Kamis pekan lalu. Ketiga batu asal Bulan itu dikumpulkan oleh Misi Luna-16 Soviet pada tahun 1970. Salah satu batu tersebut berukuran 0,079 x 0,079 inci.

Nilai penjualan itu naik dua kali lipat dari penjualan di Rusia tahun 1993, yang kala itu dibeli orang Amerika Serikat (AS) seharga USD442.500. Nama pembeli itu dirahasiakan atau anonim.

Awalnya ketiga batu itu milik Nina Ivanovna Koroleva, janda Sergei Pavlovich Korolev—mantan direktur program luar angkasa Soviet—yang diberikan oleh pemerintah Uni Soviet untuk menghormati pekerjaan mendiang suaminya.

Korolev adalah insinyur roket, pesawat terbang dan perancang pesawat luar angkasa. Dialah sosok di balik program luar angkasa Soviet selama tahun 1950-an dan 1960-an.

Karyanya sangat penting untuk keberhasilan banyak program ruang angkasa Soviet, termasuk orbit manusia pertama ke luar angkasa oleh kosmonet Yuri Gagarin. Sayangnya, Korolev meninggal pada tahun 1966 dan tidak pernah melihat sampel tanah dan batu dari Bulan yang dibawa ke Bumi.

Pada bulan September 1970, Luna-16 mendarat di Bulan, mengebor lubang 35 cm di permukaan dan mengumpulkan sampel sebelum kembali ke Bumi dengan aman.

Menurut rumah lelang Sotheby, sampel batu asal Bulan sangat langka untuk dilelang pasar. Selama ini, sampel tanah dan batu dari Bulan yang dikumpulkan oleh Amerika berada di tangan pemerintah AS, bukan individu.

"Eksplorasi ruang angkasa adalah sesuatu yang universal," kata pakar Sotheby, Cassandra Hatton kepada AFP sebelum penjualan.

"Siapa saja dapat melihat ke langit dan merasa senang tentang itu. Jadi kami memiliki banyak minat dari seluruh dunia dan di segala usia," ujarnya yang dilansir Senin (3/12/2018).

"Ketika Anda benar-benar berpikir tentang biaya sebenarnya, banyak nyawa yang hilang berusaha untuk naik ke sana," katanya. "Simbolisme itu, nilainya jauh lebih besar daripada jumlah dolar yang akan dibayar seseorang untuknya pada lelang," papar Hatton.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
6 menit yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
19 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
1 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
3 jam yang lalu
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved