RI Sebut Ulama Pegang Peran Penting Dalam Perdamaian di Afghanistan
Rabu, 28 November 2018 - 23:03 WIB
RI Sebut Ulama Pegang Peran Penting Dalam Perdamaian di Afghanistan
A
A
A
JENEWA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, ulama memegang peran penting dalam upaya damai di Afghanistan. Hal itu disampaikan Retno dalam Konferensi Tingkat Menteri Soal Afghanistan di Jenewa, Swiss.
Dalam sebuah pernyataan, Retno menuturkan, Indonesia telah berhubungan dengan Afghanistan sangat lama, antara lain melalui kerjasama pendidikan, kesehatan dan people to people contact. Tahun lalu, lanjut Retno, atas permintaan Presiden Afghanistan, Indonesia mulai terlibat secara lebih intensif dalam proses perdamaian di Afghanistan.
"Sebagai negara yang demokratis, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, serta pihak yang netral, Indonesia berpendapat bahwa ulama memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang baik untuk stabilitas di Afghanistan," ucap Retno, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Rabu (28/11).
Dalam kaitan ini, papar Retno, pada Mei 2018, Indonesia telah menjadi tuan rumah Konferensi Trilateral Ulama, dengan mengundang ulama dari Afghanistan, Pakistan dan Indonesia. Konferensi ulama tersebut telah mengirimkan pesan kuat bahwa kekerasan dan ekstremisme tidak memiliki tempat di Islam.
Dia lalu menuturkan, upaya damai di Afghanistan adalah sebuah langkah panjang nan berat. “Jangan pernah lelah mengupayakan perdamaian, walaupun jalan yang harus dilalui penuh dengan tantangan dan melelahkan," ucapnya.
Retno kemudian mengatakan, dalam pertemuan di Jenewa, Indonesia menekankan pentingnya tiga hal. Pertama, membangun rasa percaya, yang menurutnya merupakan komponen yang sangat penting dalam proses perdamaian.
Dia menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi upaya membangun saling percaya ini. Kedua, pembangunan Afghanistan harus terus dilanjutkan, di mana Retno secara khusus menyinggung pentingnya pemberdayaan perempuan.
"Indonesia telah melakukan berbagai bantuan di bidang pembangunan ekonomi, antara lain melalui pembangunan kapasitas untuk UMKM dan perempuan serta memberikan akses pasar lebih besar untuk produk Afghanistan," lanjut Retno.
Ketiga, ujar Retno, adalah mengenai pemberdayaan terhadap generasi muda harus terus dilakukan. Dalam kaitan ini, Indonesia siap untuk menerima 1.000 anak muda Afghanistan belajar di Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan, Retno menuturkan, Indonesia telah berhubungan dengan Afghanistan sangat lama, antara lain melalui kerjasama pendidikan, kesehatan dan people to people contact. Tahun lalu, lanjut Retno, atas permintaan Presiden Afghanistan, Indonesia mulai terlibat secara lebih intensif dalam proses perdamaian di Afghanistan.
"Sebagai negara yang demokratis, dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, serta pihak yang netral, Indonesia berpendapat bahwa ulama memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang baik untuk stabilitas di Afghanistan," ucap Retno, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Rabu (28/11).
Dalam kaitan ini, papar Retno, pada Mei 2018, Indonesia telah menjadi tuan rumah Konferensi Trilateral Ulama, dengan mengundang ulama dari Afghanistan, Pakistan dan Indonesia. Konferensi ulama tersebut telah mengirimkan pesan kuat bahwa kekerasan dan ekstremisme tidak memiliki tempat di Islam.
Dia lalu menuturkan, upaya damai di Afghanistan adalah sebuah langkah panjang nan berat. “Jangan pernah lelah mengupayakan perdamaian, walaupun jalan yang harus dilalui penuh dengan tantangan dan melelahkan," ucapnya.
Retno kemudian mengatakan, dalam pertemuan di Jenewa, Indonesia menekankan pentingnya tiga hal. Pertama, membangun rasa percaya, yang menurutnya merupakan komponen yang sangat penting dalam proses perdamaian.
Dia menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi upaya membangun saling percaya ini. Kedua, pembangunan Afghanistan harus terus dilanjutkan, di mana Retno secara khusus menyinggung pentingnya pemberdayaan perempuan.
"Indonesia telah melakukan berbagai bantuan di bidang pembangunan ekonomi, antara lain melalui pembangunan kapasitas untuk UMKM dan perempuan serta memberikan akses pasar lebih besar untuk produk Afghanistan," lanjut Retno.
Ketiga, ujar Retno, adalah mengenai pemberdayaan terhadap generasi muda harus terus dilakukan. Dalam kaitan ini, Indonesia siap untuk menerima 1.000 anak muda Afghanistan belajar di Indonesia.
(esn)