AS Desak Eropa Terapkan Sanksi Rusia Secara Penuh
Rabu, 28 November 2018 - 13:53 WIB
AS Desak Eropa Terapkan Sanksi Rusia Secara Penuh
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menginginkan sekutu Eropanya melakukan lebih banyak untuk mendukung Ukraina, termasuk menerapkan sanksi penuh terhadap Rusia. AS juga meminta Eropa mengevaluasi kembali rencana untuk berpartisipasi dalam proyek pipa gas Nord Stream 2.
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert.
"Banyak pemerintah telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas tindakannya di Crimea di Ukraina. Tidak semua sanksi itu, seperti yang telah saya katakan dan para ahli kami telah jelaskan kepada saya, telah ditegakkan sepenuhnya, jadi itu adalah satu hal yang dapat kita lihat bagi negara-negara Eropa untuk berbuat lebih banyak," kata Nauert seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (28/11/2018).
Nauert juga mengatakan Eropa harus mempertimbangkan kembali rencana mereka untuk berpartisipasi dalam proyek Nord Stream 2.
"Nord Stream 2 menyelinap melalui banyak negara-negara, dan saya pikir itulah pertanyaan yang harus ditanyakan negara-negara Eropa sendiri," katanya.
"Apakah Nord Stream 2 sesuatu yang ingin mereka teruskan karena itu membantu pemerintah Rusia dan merupakan jenis dukungan yang mereka ingin memberikan pemerintah Rusia dengan terus mendukung Nord Stream 2 saat ini," imbuh Nauert.
Nord Stream 2 adalah perusahaan gabungan dari Gazprom dan lima perusahaan Eropa. Program ini bertujuan untuk mengirimkan 55 miliar meter kubik gas alam Rusia setiap tahun ke Uni Eropa melintasi Laut Baltik ke Jerman. Proyek pipa telah disambut oleh beberapa negara di Eropa dan ditentang oleh pihak lain, karena khawatir akan meningkatkan ketergantungan mereka pada gas Rusia. Jaringan pipa diharapkan dapat dioperasikan pada akhir 2019.
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert.
"Banyak pemerintah telah memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas tindakannya di Crimea di Ukraina. Tidak semua sanksi itu, seperti yang telah saya katakan dan para ahli kami telah jelaskan kepada saya, telah ditegakkan sepenuhnya, jadi itu adalah satu hal yang dapat kita lihat bagi negara-negara Eropa untuk berbuat lebih banyak," kata Nauert seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (28/11/2018).
Nauert juga mengatakan Eropa harus mempertimbangkan kembali rencana mereka untuk berpartisipasi dalam proyek Nord Stream 2.
"Nord Stream 2 menyelinap melalui banyak negara-negara, dan saya pikir itulah pertanyaan yang harus ditanyakan negara-negara Eropa sendiri," katanya.
"Apakah Nord Stream 2 sesuatu yang ingin mereka teruskan karena itu membantu pemerintah Rusia dan merupakan jenis dukungan yang mereka ingin memberikan pemerintah Rusia dengan terus mendukung Nord Stream 2 saat ini," imbuh Nauert.
Nord Stream 2 adalah perusahaan gabungan dari Gazprom dan lima perusahaan Eropa. Program ini bertujuan untuk mengirimkan 55 miliar meter kubik gas alam Rusia setiap tahun ke Uni Eropa melintasi Laut Baltik ke Jerman. Proyek pipa telah disambut oleh beberapa negara di Eropa dan ditentang oleh pihak lain, karena khawatir akan meningkatkan ketergantungan mereka pada gas Rusia. Jaringan pipa diharapkan dapat dioperasikan pada akhir 2019.
(ian)