Aktivis Terkenal Oposisi Suriah Raed Fares Ditembak Mati

Sabtu, 24 November 2018 - 17:36 WIB
Aktivis Terkenal Oposisi...
Aktivis Terkenal Oposisi Suriah Raed Fares Ditembak Mati
A A A
DAMASKUS - Kelompok bersenjata tak dikenal di Provinsi Idlib menembak mati Raed Fares, jurnalis yang juga aktivis terkenal pro-oposisi Suriah. Fares terkenal dalam aksi demo melawan rezim Presiden Bashar al-Assad tahun 2011 yang kemudian berubah menjadi perang saudara.

Wilayah Idlib saat ini dikuasai kubu oposisi anti-Assad. Belum jelas kelompok mana yang membunuh aktivis itu. Namun, Fares pernah dilaporkan lolos dari pembunuhan oleh kelompok ISIS.

Fares ditembak mati pada hari Jumat bersama rekannya, Hamoud Juneid, di kota Kafranbel. Demikian laporan stasiun Radio Fresh FM yang dikelola Fares dan rekan-rekannya.

"Fares dan Juniid ditembak mati oleh penyerang tak dikenal yang mengendarai sebuah van di Kafranbel," bunyi siaran Radio Fresh FM yang juga diunggah di halaman Facebook-nya. Stasiun radio ini menyuguhkan berita independen baik tentang Presiden Bashar al-Assad maupun kelompok oposisi.

Salman, seorang guru matematika berusia 33 tahun, yang menyaksikan serangan itu, mengatakan kepada situs Middle East Eye bahwa penyerang berada dalam van. "Melepaskan tembakan dari senapan mesin, sebelum melaju kencang," katanya, yang dilansir Al Jazeera, Sabtu (24/11/2018).

Juneid tewas seketika selama serangan. Sedangkan Fares tewas di Rumah Sakit Orient karena luka-lukanya.

Fares, yang selamat dari serangan kelompok ISIS tahun 2014, kerap membagikan foto-foto dan video klip yang menunjukkan korban perang sipil yang terjadi di Kafranbel. Dia selama ini juga aktif memberikan gambaran kehidupan di kubu oposisi.

Dalam posting terakhirnya di Twitter pada 21 September, Fares menulis tentang demonstrasi menentang "Rusia, Assad dan segala macam terorisme".

Dia juga mem-posting foto dirinya dengan dua putranya dalam pawai ribuan orang yang turun ke jalan di Idlib untuk memprotes rencana serangan besar-besaran oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya. Rencana serangan itu batal setelah Rusia dan Turki berunding untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib.
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Intel Asing Rusia: AS...
Intel Asing Rusia: AS Ingin Gunakan Militan Suriah untuk Culik Tentara Rusia dan Iran
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
23 menit yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
1 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
6 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved