AS Sebut Iran Gagal Umumkan Kepemilikan Senjata Kimia
Jum'at, 23 November 2018 - 00:44 WIB
AS Sebut Iran Gagal Umumkan Kepemilikan Senjata Kimia
A
A
A
AMSTERDAM - Amerika Serikat (AS) menyebut Iran telah melanggar konvensi non proliferasi internasional. Pasalnya, Iran belum mengumumkan semua kemampuan senjata kimianya kepada badan senjata kimia global di Den Haag, Belanda.
Utusan AS untuk Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW), Kenneth Ward mengatakan, Iran telah gagal melaporkan fasilitas produksi untuk pengisian bom udara. Ia juga menuding Iran telah mempertahankan program untuk mendapatkan amunisi terlarang yang dilarang.
"Amerika Serikat telah lama memiliki kekhawatiran bahwa Iran mempertahankan program senjata kimia yang gagal untuk mengumumkannya kepada OPCW," kata Ward pada konferensi OPCW.
"Amerika Serikat juga prihatin bahwa Iran juga mengejar bahan kimia sistem syaraf untuk tujuan ofensif," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/11/2018).
Ward mengatakan Iran gagal menyatakan transfer senjata kimia ke Libya pada 1980-an, bahkan setelah Libya menyatakannya kepada OPCW pada 2011.
Ward mengutip penemuan proyektil artileri yang dipenuhi bahan kimia, mortir dan bom udara asal Iran sebagai bukti bahwa Teheran tidak sepenuhnya mengungkapkan kemampuannya.
Tidak ada reaksi langsung Iran terhadap pernyataan itu.
Utusan AS untuk Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW), Kenneth Ward mengatakan, Iran telah gagal melaporkan fasilitas produksi untuk pengisian bom udara. Ia juga menuding Iran telah mempertahankan program untuk mendapatkan amunisi terlarang yang dilarang.
"Amerika Serikat telah lama memiliki kekhawatiran bahwa Iran mempertahankan program senjata kimia yang gagal untuk mengumumkannya kepada OPCW," kata Ward pada konferensi OPCW.
"Amerika Serikat juga prihatin bahwa Iran juga mengejar bahan kimia sistem syaraf untuk tujuan ofensif," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (23/11/2018).
Ward mengatakan Iran gagal menyatakan transfer senjata kimia ke Libya pada 1980-an, bahkan setelah Libya menyatakannya kepada OPCW pada 2011.
Ward mengutip penemuan proyektil artileri yang dipenuhi bahan kimia, mortir dan bom udara asal Iran sebagai bukti bahwa Teheran tidak sepenuhnya mengungkapkan kemampuannya.
Tidak ada reaksi langsung Iran terhadap pernyataan itu.
(ian)